Wardah di Harvard

Oleh Dahlan Iskan

 Wardah di Harvard
Dahlan Iskan.

jpnn.com - Wardah jadi bahasan di Boston. Di Harvard Business School. Masuk dalam Harvard Business Review. Tanggal 7 Februari lalu.

Topik yang dibahas adalah strategi global. Khususnya mengenai fenomena zaman ini: mengapa produk-produk global tergerus oleh produk lokal.

Kasusnya terjadi di tiga negara: Indonesia, Tiongkok dan India. Tiga negara yang berpenduduk besar. Dengan kekhasan penduduk lokal masing-masing.

Di masa lalu tidak demikian. Kosmetik yang berjaya di negara-negara itu adalah produk asing. Dari perusahaan kelas global.

Di Surabaya pernah muncul merek Viva. Milik teman saya. Topnya bukan main, tetapi belum pernah bisa mencapai yang dicapai Wardah sekarang.

Dan lagi Viva tidak pernah berhadapan langsung dengan produk Unilever. Seperti yang dilakukan Wardah sekarang.

Baca Juga:

Belum pernah produk global menemui tantangan seberat sekarang ini di Indonesia. Kini market share mereka merosot.

Merek global seperti Estée Lauder, Colgate, Avon, Axe, Olay dan sejenisnya dimakan oleh produk lokal.  Di Tiongkok sangat nyata. Dari 10 besar kosmetik yang disukai, lima di antaranya sudah kosmetik lokal.

Wardah bukan hanya menggerogoti. Justru sudah mengalahkan. Bersejarah. Produk lokal mengalahkan kosmetik global.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News