Warga Binaan Belajar Bercocok Tanam dan Bersosialisasi Lewat Open Camp Ciangir

Warga Binaan Belajar Bercocok Tanam dan Bersosialisasi Lewat Open Camp Ciangir
Kementan dan Ditjen PAS kembangkan Permukiman Pemasyarakatan Ciangir. Foto : Ist

Dirjenpas yakin, revitalisasi lapas, lewat Permukiman Pemasyarakat Ciangir akan menghasilkan masyarakat eks warga binaan yang produktif, dan bertanggung jawab bagi pembangunan bangsa. Di sisi lain, masyarakat juga akan menerima mereka dengan tangan terbuka.

Permukiman Pemasyarakatan Ciangir adalah lapas minimum security dengan konsep open camp pertama di Indonesia.

Saat ini di kompleks lapas hanya ada beberapa bangunan, berdampingan dengan rumah penduduk, persawahan, dan lahan kebuh siap garap.

Warga binaan penghuni pertama kompleks pemasyarakatan ini yang akan mengubah lahan kosong menjadi perkebunan, mengubah lahan lainnya menjadi lokasi budi daya ikan lele, atau peternakan

. Juga akan ada pelatihan pembuatan biogas, yang memungkinkan kompleks pemasyarakatan memenuhi kebutuhan energi.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan siap membantu Ditjen PAS membina penghuni lapas minimum security menjadi individu produktif yang membangun bangsa di sektor pertanian.

“Semangat kami dan Ditjen PAS sama, yaitu memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan,” ujarnya. (flo/jpnn)


Sebanyak 200 warga binaan pemasyarakatan akan mengisi Permukiman Pemasyarakatan Ciangir.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News