Warga di Kawasan Penjarahan Minyak di Sumsel yang Hidup di Antara Pencemaran dan Kecemasan

Mengungsi Seminggu setelah Pipa Depan Rumah Bocor

Warga di Kawasan Penjarahan Minyak di Sumsel yang Hidup di Antara Pencemaran dan Kecemasan
Sungai simpang tungkal yang tercemar minyak akibat Illegal Taping di desa Simpang Tungkal, Kabupaten Musi Banyuasin , Minggu (7/12/12). Sungai ini tercemar sejak maraknya illegal taping di desa tersebut. Foto : Fedrik Tarigan/Jawa Pos
Di Banyu Lencir, kata Irda, juga mayoritas dihuni pendatang. "Pokoknya campuran. Ada dari Jawa, Padang, Palembang, dan Medan," ujar perempuan berusia 40 tahun itu.

Mengenai pencurian minyak, Irda sebenarnya tahu siapa saja yang terlibat. "Tapi, saya nggak mau ikut campur. Yang penting saya nggak ikut-ikutan dan ingin mencari rezeki dengan halal," ucapnya. (*/ttg)

Pencemaran akibat penjarahan minyak menyebabkan sumber air bersih sekaligus kesehatan warga terganggu. Mereka rata-rata tahu siapa pencurinya, tapi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News