Warga di Wilayah Klaster Tarawih Berharap Tetap Bisa Salat Id Berjemaah di Masjid

Warga di Wilayah Klaster Tarawih Berharap Tetap Bisa Salat Id Berjemaah di Masjid
Ilustrasi Covid-19. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, BANYUWANGI - Warga Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Jawa Timur masih berharap masih bisa melaksanakan salat Idulfitri secara berjemaah di musala atau masjid setempat meski telah muncul klaster tarawih di wilayah tersebut.

Sebagai persiapan, musala dan masjid di dusun tersebut sudah disemprot dengan disinfektan.

“Sejak pagi kami menyemprot bersama tim Linmas, bersama Satgas Covid-19 Desa, dan juga dibantu PMI (Palang Merah Indonesia). Semua musala dan masjid yang rencananya digunakan salat Idulfitri kami semprot,” jelas Kepala Desa Ringintelu, Budi Santoso.,

Selain musala dan masjid, petugas juga melakukan penyemprotan pada rumah warga yang terpapar Covid-19 dan sekitarnya.

Sejak munculnya klaster tarawih ini, kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan secara rutin, setidaknya dua hari sekali.

Budi Santono menambahkan warga saat ini masih berharap bisa melaksanakan salat id bersama setelah adanya data wilayah RT bukan lagi kategori zona merah.

“Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur, Salat Idulfitri diatur berdasarkan zona,” jelasnya.

Secara data PPKM (pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Dusun Yudomulyo tidak ada yang zona merah. Dalam aturan PPKM, kata dia, kriteria zona wilayah itu didasarkan pada jumlah rumah dalam satu wilayah RT yang terpapar Covid-19.

Warga Dusun Yudomulyo tempat adanya klaster tarawih masih berharap bisa bersama salat id di masjid.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News