Warga Jakarta Makin Sengsara, Anies Baswedan Didesak Tidak Perpanjang PSBB

Warga Jakarta Makin Sengsara, Anies Baswedan Didesak Tidak Perpanjang PSBB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Ricardo/JPNN

Mereka sudah berusaha melakukan adaptasi dengan mereka berjualan makanan mereka di pinggir jalan. Hal itu membuktikan bahwa mereka benar-benar melakukan segala cara untuk sekedar bisa bertahan.

Pajak restoran pada 2019 lalu menyumbang pemasukan sebesar 2,4 Triliun rumah kepada kas daerah Provinsi DKI Jakarta. Dengan situasi seperti saat ini, jika PSBB ketat Kembali diperpanjang, maka pertumbuhan minusnya akan semakin dalam sehingga merugikan semua pihak, termasuk Pemerintah DKI Jakarta yang saat ini sedang berjuang menutup defisit anggaran.

"Imbas dari defisit ini adalah program-program seperti rehabilitasi sekolah, perbaikan jalan, penanggulangan banjir bisa terganggu kedepannya. Bahkan, mungkin Jakarta tidak punya cukup anggaran untuk merehabilitasi Halte-halte Transjakarta yang dibakar dalam aksi demonstrasi beberapa hari yang lalu," paparnya

Atas dasar itulah, Fraksi PDI Perjuangan meminta PSBB ketat ini tidak perlu diperpanjang. Pengawasan oleh pemprov dalam membangun kesadaran kolektif dan budaya penerapan protokol kesehatan yang dibutuhkan.

"Tidak perlu malu untuk mengakui jika rem tangan yang digunakan ternyata tidak menyelesaikan masalah dan malah membuat masalah lainnya. Perekonomian masyarakat harus tetap menjadi hal yang tidak dipisahkan dari Kesehatan masyarakat DKI Jakarta. Semua bisa dilaksanakan dengan tepat jika Pemda bisa tegas dalam menjalankan aturan yang mereka buat sendiri," pungkasnya. (esy/jpnn)

sekretaris fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendesak agar Anies Baswedan tidak memperpanjang PSBB ketat karena warga DKI makin susah


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News