Warga Ngamuk, Pembangunan Pabrik Gula Tertunda

Warga Ngamuk, Pembangunan Pabrik Gula Tertunda
Pabrik gula. Foto: JPG

Andi menerangkan, blokade baru akan dibuka jika pihak perusahaan sudah memenuhi tuntutan warga.

"Selama pihak perusahaan belum memenuhi tuntutan warga, blokade batu di pintu masuk akan terus terpasang," katanya.

Menurut dia, beberapa tuntutan warga yang masih belum dipenuhi pihak perusahaan adalah penyelesaian aset desa untuk pembangunan pabrik yang diduga telah diperjualbelikan oknum.

Selain itu, pengembalian uang potongan 2,5 persen dari harga tanah warga yang dibeli pihak perusahaan.

"Dugaan pemotongan itu dilakukan tim pembebasan lahan yang dibentuk pihak perusahaan. Uang pemotongan tersebut merugikan warga (pemilik tanah) yang menjual ke pihak perusahaan dan tidak jelas peruntukannya," ucapnya.

Meski demikian, pihaknya mengapresiasi pihak perusahaan yang sampai sekarang terus menjalin komunikasi dengan warga dan muspika.

Musyawarah itu bertujuan mencari jalan keluar terkait permasalahan tersebut.

"Pihak perusahaan sejatinya sudah berkoordinasi untuk memenuhi tuntutan warga. Tapi, kami tetap memblokade pintu masuk sebelum tuntutan warga dipenuhi," jelasnya.

Aktivitas pembangunan pabrik gula di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jatim lumpuh total.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News