JPNN.com

Warning Pagar Nusa: Jangan Mengimpor Gaya Timur Tengah ke Indonesia

Kamis, 03 November 2016 – 18:56 WIB Warning Pagar Nusa: Jangan Mengimpor Gaya Timur Tengah ke Indonesia - JPNN.com

JAKARTA - Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PP-PSNU) atau Pagar Nusa memberikan pernyataan sikap terkait Aksi Bela Islam II besok (4/11). Badan otonom di bawah NU itu merasa perlu menyampaikan warning ke pihak-pihak yang menjadi inisiator aksi unjuk rasa untuk menuntut Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok diadili tersebut.

Dalam salah satu pernyataan tertulis yang diterima JPNN, Kamis (3/11), organisasi pimpinan M Heru Taufiq itu menengarai adanya upaya-upaya yang secara sadar atau tidak sadar hendak menggiring Indonesia menuju krisis kemanusiaan sebagaimana yang terjadi di negara-negara Timur Tengah.

"PP PSNU Pagar Nusa mengutuk keras pihak-pihak yang dengan sengaja membawa aksi ini untuk tujuan-tujuan anarkis. PP PSNU Pagar Nusa meminta pihak-pihak tersebut untuk berhenti melakukan agitasi gaya Timur Tengah yang bisa menimbulkan kekerasan dan perang antar saudara," tulisnya.

Namun demikian, Pagar Nusa juga mengingatkan Ahok agar menghentikan kebiasaan cerobohnya dalam membuat pernyataan ke publik. Meski Pagar Nusa sudah memaafkan Ahok dalam dugaan penistaan Alquran, namun calon petahana pada pilkada DKI itu juga harus berhenti sembarangan bicara.(fat/jpnn)

Berikut Pernyataan Sikap PP-PSNU Pagar Nusa:

Memperhatikan perkembangan yang terjadi di Jakarta dan daerah lain serta menindaklanjuti amanah dan perintah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), PP PSNU Pagar Nusa berkewajiban untuk menyampaikan hal-hal berikut secara terbuka:

1. Basuki Tjahaja Purnama telah memohon maaf dan PP PSNU Pagar Nusa dapat menerima permintaan maaf tersebut. PP PSNU Pagar Nusa meminta kepada Basuki Tjahaja Purnama agar berhenti dari kebiasaan ceroboh dalam mengeluarkan pernyataan di hadapan publik.

2. PP PSNU Pagar Nusa meminta kepada pihak yang berwenang untuk memproses tuntutan hukum atas Basuki Tjahaja Purnama dengan seadil-adilnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...