Jumat, 16 November 2018 – 06:00 WIB

Washington-Caracas Memanas

Sabtu, 01 Januari 2011 – 05:20 WIB
Washington-Caracas Memanas - JPNN.COM

WASHINGTON - Krisis diplomatik Washington dan Caracas tak kunjung usai. Presiden Venezuela Hugo Chavez menolak duta besar Amerika Serikat yang baru saja ditunjuk. Sementara Washington mencabut kembali visa AS untuk duta besar Venezuela.

Hanya berselang beberapa jam setelah Departemen Luar Negeri AS menyatakan ingin menjaga hubungan baik dengan Caracas, wakil Menteri Luar Negeri Venezuela Temir Porras menyatakan dalam akun Twitter-nya, "Saya pastikan bahwa AS menarik kembali visa duta besar kami Bernardo Alvarez".

Kementerian Informasi Venezuela kemudian membenarkan pernyataan Porras tersebut dalam sebuah surat elektronik kepada wartawan. Sementara, juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner di Washington menyatakan, pencabutan visa tersebut merupakan respons dari penolakan Chavez terhadap duta besar AS di Caracas yang baru ditunjuk Presiden Barack Obama.

"Ya, kami katakan bahwa selalu ada konsekuensi ketika pemerintah Venezuela melanggar kesepakatan terkait dengan penunjukan Larry Palmer. Kami sudah mengambil langkah tepat, proporsional, dan timbal balik," terang Toner kepada AFP.

Sebelumnya, Deplu AS menolak berkomentar tentang isu pengusiran Alvarez yang sedang berlibur di Venezuela. Namun, Deplu mengulangi kembali peringatan akan adanya konsekuensi terkait penolakan Palmer.

Penarikan kembali visa diplomatik berarti Alvarez tidak bisa memasuki Amerika Serikat. Namun tidak secara langsung berimplikasi pada pengusiran Alvarez dari Washington. Di Amerika Serikat, visa bisa dicabut dan diberikan kembali dalam waktu singkat.

Dua negara tersebut telah lama bermusuhan secara politik. Hubungan diplomatik kedua negara mengalami pasang surut beberapa tahun belakangan. Chavez telah berulangkali mengecam imperialisme Amerika dan menjalin hubungan baik dengan musuh-musuh AS seperti Kuba, Syria, dan Iran.

Selasa lalu (28/12), Chavez mengancam akan memutus hubungan diplomatik dengan Washington atas penolakannya terhadap penunjukan Palmer. Palmer dikenal sebagai tokoh yang kritis terhadap Chavez saat proses pemilihannya sebagai duta besar di depan senat AS.

"Kalau pemerintah (AS) ingin mengusir duta besar kita di sana, biarkan saja! Kalau mereka akan memutus hubungan diplomatik dengan kita, biarkan saja!," seru Chavez dalam sebuah siaran televisi nasional seperti dilansir AFP.

Penunjukan Palmer masih harus menunggu persetujuan senat. Juni lalu, Obama menunjuk Palmer menggantikan Patrick Duddy sebagai duta besar untuk Caracas. Dari September 2008 hingga Juni 2009, Washington dan Caracas saling menarik duta besar mereka sebagai akibat memburuknya hubungan diplomatik kedua negara. Khususnya terkait isu pembangunan pangkalan militer AS di Kolombia.

Agustus lalu Chavez menyatakan akan memveto penujukan Palmer setelah muncul pernyataan darinya bahwa Venezuela melindungi gerakan kelompok pemberontak kiri Kolombia. Selain itu, di depan senat, Palmer juga menyatakan militer Venezuela berada di bawah pengaruh Kuba dan tidak bermoral. (cak/ami)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar