JPNN.com

Waspada! Virus DBD Berevolusi, Gejala Tak Dapat Terlihat

Senin, 04 Februari 2019 – 07:41 WIB Waspada! Virus DBD Berevolusi, Gejala Tak Dapat Terlihat - JPNN.com

jpnn.com, CIREBON - Jika sebelumnya masyarakat mengenali bintik merah dan pendarahan sebagai gejala awal penyakit demam berdarah dengue (DBD), kondisi itu kini sudah jarang ditemui. Evolusi virus DBD membuat gejala tersebut tidak lagi terlihat.

Kepala UPT Puskesmas Tegalgubug, dr H Naswidi menjelaskan, kesalahan penanganan atau pengobatan menjadi penyebab virus tersebut berevolusi. Yang paling sering terjadi adalah kesalahan pengobatan yang tidak sesuai dengan dosis, ataupun penanganan pengobatan yang tidak sesuai dengan resep yang dianjurkan dokter.

“Saat kita salah mengobati, maka virusnya akan berevolusi. Dia (virus, red) akan mempelajari bagaimana bisa bertahan hidup dari serangan obat tersebut,” terangnya kepada Radar di UPT Puskesmas Tegalgubug, Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, kemarin seperti dilansir Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Waspada! Jumlah Kasus DBD di Daerah Ini Bertambah

Diakuinya, gejala penyakit DBD tidak seperti dulu. Seperti bintik kemerahan di kulit, pendarahan di gusi, ataupun pendarahan di hidung, sudah tidak lagi ditemui.

”Sekarang kita tidak bisa lagi menggunakan ciri-ciri seperti itu. Karena penyakit DBD sudah tidak khas lagi seperti dulu. Yang masih bisa kita temukan adalah panas yang tidak jelas sebabnya dan bertahan di atas 5 hari,” ujarnya.

Menangani hal tersebut, pihak puskesmas melakukan pengecekan trombosit. Jika hasilnya menurun dan tidak sesuai, dikatakan dr Naswidi, pihaknya akan merujuk pasien tersebut ke rumah sakit.

Senada disampaikan Seksi Pelayanan Medis RS Arjawinangun, dr Edi Jubaedi. Kepada Radar, dr Edi mengatakan, rumah sakit sudah tidak lagi mendapati gejala pasien DBD seperti ciri sebelumnya yang telah disebutkan. Untuk mendiagnosa DBD, pihak RS melakukan pengecekan Imunoglobulin.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...