Wisatawan Distop di Cemoro Lawang

Wisatawan Distop di Cemoro Lawang
Wisatawan Distop di Cemoro Lawang
PROBOLINGGO- Terkait kenaikan status Gunung Bromo, kemarin Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo, Muspika Sukapura, TNBTS, pelaku usaha wisata Bromo, kepala Desa Ngadisari, serta pos pengamatan Gunung Bromo langsung melakukan koordinasi.

Pertama, rombongan bersama-sama mengunjungi pos pengamatan Gunung Bromo untuk melihat aktivitas gunung melalui Seismogram dan Seismograf. Di sana, mereka ditemui Kepala Pos Pengamatan Gunung Bromo Syafi'i, vulkanolog Mulyono serta anggota lainnya. "Kami sudah tidak bisa ke mana-mana. Harus menjaga ini terus," kata Syafi'i menunjukkan seismograf di kantornya.

Dari pos pengamatan, para stakeholder wisata Bromo tersebut berkumpul di Hotel Cemara Indah. Dari tempat ini, gumpalan asap tebal dari kawah Gunung Bromo terlihat jelas. Di tempat ini pula mereka merumuskan pernyataan bersama.

Lalu sekitar pukul 15.00 WIB, Kapolres Probolinggo AKBP Zulfikar Tarius turut datang memantau kondisi Gunung Bromo. Kepada Kapolres, Kepala Desa Ngadisari Supoyo menjelaskan sekilas tentang kondisi terbaru Gunung Bromo, termasuk larangan mendekat dalam radius 3 kilometer.

PROBOLINGGO- Terkait kenaikan status Gunung Bromo, kemarin Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Probolinggo, Muspika Sukapura, TNBTS,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News