JPNN.com

Xanana Gusmao, Cerita Tentang Susi, Kejenakaan Pada Hari Tua & Kerinduan akan Toba

Minggu, 22 September 2019 – 05:50 WIB Xanana Gusmao, Cerita Tentang Susi, Kejenakaan Pada Hari Tua & Kerinduan akan Toba - JPNN.com
Presiden Pertama Timor Leste Xanana Gusmao di Palacio do Governo, Dili, Jumat (13/9). Foto: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

jpnn.com - Tokoh penting Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Xanana Gusmao kini tak muda lagi. Seluruh rambutnya sudah memutih.

Namun, cengkeraman tangan tokoh kelahiran 20 Juni 1946 itu masih kuat. Demikian pula saat tertawa lepas, Presiden Pertama Timor Leste itu bisa berkali-kali menepuk meja.

Mantan komandan Forcas Armadas da Libertacao Nacional de Timor-Leste (FALINTIL) yang pernah dituduh melakukan makar dan subversi pada era pemerintahan Orde Baru itu merupakan sosok hangat dan bersahabat. “Kami senang saat orang Indonesia datang (mengunjungi Timor Leste, red),” ujarnya dalam Bahasa Inggris saat menerima lawatan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Palacio de Governo, Dili, Jumat (13/9).

Hampir selama satu jam pemilik nama Kay Rala Xanana Gusmão itu berbicara banyak hal soal Indonesia dan Timor Leste. Salah satu obrolannya mengenai sahabatnya yang juga Presiden Ketiga RI BJ Habibie.

Kepergian Habibie pada 11 September 2019 meninggalkan dukacita mendalam bagi Xanana dan rakyatnya. Tokoh Dirgantara Nasional itu merupakan figur yang sangat dihormati rakyat Timor Leste.

Habibie saat menjadi Presiden RI mendorong referendum bagi rakyat di negeri yang sebelumnya bernama Provinsi Timor Timur tersebut. Habibie pula yang membebaskan Xanana dari pemenjaraan.

“Saat itu saya di Jakarta Timur (LP Cipinang, red),” tutur Xanana yang sesekali menghentikan bicaranya sejenak ketika menceritakan Habibie.

Xanana juga menceritakan perjumpaannya pertama kali dengan Prabowo Subianto. Dua tokoh itu berada di sisi yang saling berlawanan saat konflik Timor Timur.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...