Rabu, 16 April 2014 | 14:52:34
Home / Ekonomi / UKM / Perbankan Diminta Sokong Pendanaan Usaha Transmigran

Jumat, 01 Juni 2012 , 20:05:00

RELATED NEWS

JAKARTA--Pemerintah meminta pihak perbankan untuk memberikan bantuan dan dukungan pendanaan di sektor kewirausahaan bagi para transmigran untuk pengembangan sektor usaha. Sokongan pendanaan ini dapat mendorong perkembangan investasi di wilayah tersebut.

“Dukungan perbankan sangat dibutuhkan untuk menciptakan wirausaha baru dan mengembangkan kewirausahaan di wilayah transmigrasi. Untuk itu, pemerintah saat ini juga tengah mengupayakan konsep wirausaha terintegrasi di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM),” terang Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2MKT) Kemenakertrans, Roosari Tyas Wardani di Jakarta, Jumat (1/6).

Dikatakan, keberadaan sektor perbankan juga diharapkan membantu wirausaha di wilayah transmigrasi yang dapat memberikan nilai tambah dan kemudian  berdampak mengalirnya arus investasi ke daerah dan menggerakkan ekonomi wilayah.

“Dengan makin banyaknya jumlah wirausahawan, maka potensi ekonomi kreatif lebih banyak di pedesaan, lalu pembangunan infrastruktur pendesan pun meningkat  Bahkan sangat dimungkinkan untuk menciptakan lapangan kerja baru di wilayah tersebut dengan adanya dukungan permodalan wirausaha,“ kata Roosari.

Roosari  menjelaskan, saat ini sudah terdapat  44 kawasan transmigrasi yang sudah berkembang menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM).  Pada  44 kawasan tersebut, pemerintah telah meningkatkan pengembangan tiga sektor, yaitu sektor perkebunan, pertanian dan peternakan, sektor jasa dan wirausaha, serta pembangunan infrastruktur dan transportasi.

Melalui program transmigrasi dalam kurun waktu 60 tahun, lanjut Roosari, sekitar 2,2 juta Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 8,8 juta orang miskin dan pengangguran telah mendapatkan peluang usaha, dan berhasil meningkatkan kesejahteraannya.

"Bahkan saat ini juga sudah berhasil dibangun dan dikembangkan 3.325 desa baru diantaranya ada 89 desa telah berkembang menjadi ibukota kabupaten dan 235 desa lainnya berkembang menjadi ibukota kecamatan," tambahnya. (Cha/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar