Minggu, 23 November 2014 | 06:37:30
Home / Berita Daerah / Sulbar / Bupati Mamuju Mengaku Diperas Ketua DPC Demokrat

Selasa, 05 Juni 2012 , 15:27:00

BERITA TERKAIT

MAMUJU - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Bupati Mamuju, Suhardi Duka terhadap Ketua DPC Partai Demokrat Majene, Fendra, semakin meruncing. Kali ini, Suhardi mengaku diperas oleh Fendra.

Suhardi melalui Kuasa Hukumnya, Hatta Kainang, mengaku ada upaya pemerasan yang dilakukan Fendra terhadap bupati Mamuju dua periode itu. Upaya pemerasan tersebut, kata Hatta, terkait akan dilaksanakannya Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Demokrat Sulbar.

"Fendra kan punya hak suara dalam Muswil Partai Demokrat Sulbar yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Jadi dia meminta uang Rp450 juta kepada bupati yang memang digadang-gadang maju pada Muswil itu," ungkap Hatta, Senin (4/6).

Beberapa waktu lalu, Suhardi memang telah mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Golkar. Banyak yang mengatakan jika pengunduran diri itu dilakukan Suhardi karena mengincar Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar.

Namun, menurut Hatta, ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Suhardi lolos menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar. Dia mengatakan, orang itu terus berupaya menghalang-halangi dan terus mencekal Suhardi.
 
"Kita hanya berharap agar pihak kepolisian mampu mengungkap siapa orang yang ada di belakangnya. Kami merasa laporan dugaan penganiayaan itu merupakan pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik," tutur Hatta.

Hatta menegaskan, saat pulang ke Mamuju nanti, pihaknya akan melakukan laporan balik. Dia akan menuntut perdata dengan tuntutan Rp100 miliar. Dia merasa bupati sudah menjadi korban pencemaran nama baik.

Terpisah, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulbar, Natsir Nawawi mengaku tidak tahu menahu tentang pemerasan yang dilakukan Fendra terhadap Suhardi. "Kalau masalah itu saya tidak tahu. Apakah Fendra minta uang atas nama pribadinya atau apa," ucap Natsir.

Sementara itu, Fendra yang ingin dimintai tanggapannya, belum berhasil. Nomor ponsel milikinya yang dihubungi terus dalam keadaan sibuk. Sementara pesan singkat yang dikirimkan juga belum dibalas padahal pesan tersebut sudah terkirim. (jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 14.02.2013,
        20:26
        Mursalim, S.Kel
        Cobalah, para pejabat dan elit polotik memperlihatkan tatanan berpolitik yang sopan dan egaliter supaya masyarakat sulbar ini bisa cerdas