Bobrok! Petinggi PSSI Minta Madura FC Atur Skor Pertandingan

Bobrok! Petinggi PSSI Minta Madura FC Atur Skor Pertandingan
Ilustrasi PSSI. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, SUMENEP - Manajer Madura FC Januar Herwanto mengaku mendapat tekanan dari salah seorang oknum petinggi PSSI. Madura FC diminta terlibat pengaturan skor saat bertandang ke markas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, 2 Mei lalu.

Januar mengungkap, oknum anggota Exco PSSI itu meminta timnya rela melepas laga di matchday kedua wilayah timur Liga 2 itu. “Awalnya via WhatssApp (WA), kemudian melalui telepon,” kata Januar kepada Jawa Pos.

Nah, dalam percakapan telepon, si oknum exco meminta agar Madura FC mengalah. Tapi Januar dengan tegas menolak permintaan itu.

Januar dan pasukannya membuktikan di lapangan. Mereka akhirnya menang dengan skor tipis 2-1. Gol Yusuf Effendi dan Bayu Firmansyah hanya mampu dibalas satu kali melalui eksekusi penalti Cristian Gonzales.

Upaya pengaturan skor itu sudah dilaporkan manajemen Madura FC ke Komdis PSSI. Laporan itu dilakukan berbarengan dengan kasus pemukulan pemain Madura FC saat kontra PSS di babak 8 besar (6/11).

Januar juga sudah membawa nama oknum Exco yang meminta timnya mengalah. Termasuk membawa bukti berupa telepon dari si oknum tersebut. Januar menegaskan, keputusan untuk membuka borok Liga 2 ini sudah benar-benar bulat. “Kalau kami enggak lapor, otomatis kami menjadi bagian dari kartel yang merusak sepak bola,” tegasnya.

Dia meminta setiap tim wajib melawan hal yang menyimpang. “Karena kalau sepak bola dikuasai kartel, sepak bola Indonesia hanya akan berkembang biak dalam asbak,” lanjutnya.

Kabar baiknya, Komdis PSSI merespon laporan Januar. Rencananya, Komdis akan melakukan pertemuan dengan manajemen Madura FC di Jakarta. Pertemuan itu akan digelar besok pada pukul 14.00 WIB.

Awalnya petinggi PSSI itu meminta manajer Madura FC mengalah lewat WhatsApp, kemudian melalui telepon.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News