Program Posyandu Anak Sekolah di Timika Tingkatkan Kepedulian Kualitas Kesehatan

Program Posyandu Anak Sekolah di Timika Tingkatkan Kepedulian Kualitas Kesehatan
Maria Rafra seorang dokter lulusan Universitas Hasanuddin, Makasar, memilih mengabdikan ilmunya di Puskesmas Wania, Kampung Kamoro Jaya. Dia adalah salah satu kader cilik pertama yang merasakan manfaat dari keberadaan PPAS. Foto IST

jpnn.com, TIMIKA - Keberadaan posyandu anak sekolah yang ada di Timika sangat membantu kelas V SD bisa menyelamatkan keluarga dan masyarakat di lingkungannya.

Program Posyandu Anak Sekolah (PPAS) adalah program promosi kesehatan berbasis masyarakat di Sekolah Dasar di Timika.

Program Posyandu Anak Sekolah (PPAS) berdiri pada 1999, dengan melibatkan kemitraan Freeport Indonesia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan PKK Kabupaten Timika.

Kemitraan ini dimotori oleh Freeport Indonesia, yang melihat fakta rendahnya kesadaran masyarakat untuk cek kesehatan, serta tingginya angka penderita penyakit yang umumnya bisa disembuhkan di Posyandu asal rajin cek ke fasilitas kesehatan.

"Berawal dari pemikiran bahwa anak kecil dapat menyelamatkan ibu dan adiknya yang masih balita, jika diberikan pengetahuan dasar tentang penyakit-penyakit utama yang sering menyerang masyarakat, serta pengetahuan tentang gizi dan hidup sehat," ujar Philippus Maybubun Guru Kelas V SD Inpres Timika 1, yang telah menjadi Kepala Sekolah SD Inpres Pomako.

Program inovatif ini berupa kurikulum pengajaran kesehatan dasar (Posyandu, informasi penyakit, cara penularan dan pencegahnnya) kepada anak kelas V SD melalui muatan lokal pendidikan jasmani dan kesehatan.

Dengan metode yang menyenangkan melalui gambar, sandiwara, lagu, survey mini, serta permainan, anak-anak SD mudah menyerap informasi tersebut sehingga mampu menjadi ‘kader kesehatan cilik’ di dalam keluarga dan lingkungan rumahnya.

Secara rutin Freeport bekerjasama dengan Dinkes dan Dinas Dikbud menyelenggarakan cerdas cermat PPAS untuk menstimulan semangat dan pengetahuan siswa dalam belajar, dan mendorong partisipasi aktif dari sekolah untuk mengukir prestasi siswanya.

Keberadaan posyandu anak sekolah yang ada di Timika sangat membantu kelas V SD bisa menyelamatkan keluarga dan masyarakat di lingkungannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News