Rabu, 28 Juni 2017 – 19:24 WIB

Senarai Historis Penyair Bugis

Jumat, 14 April 2017 – 20:30 WIB
Senarai Historis Penyair Bugis - JPNN.COM

Aspar Paturusi, budayawan Sulawesi Selatan. Foto: Wenri Wanhar/JPNN.com

SHARES

jpnn.com - PENYAIR Taufiq Ismail bilang, Aspar Paturusi sudah menggenggam semuanya: puisi, novel, film, sinetron, teater. Kepadanya tidak ditanyakan lagi lakekomaE (mau kemana?--red).

Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network

Aspar Paturusi berusia 17 tahun ketika dua puisinya dimuat di rubrik Kebudayaan majalah Mimbar Indonesia, edisi September 1960.

Amboi…bukan main senang hati Aspar. Pelajar di Sekolah Guru Atas (SGA), setingkat SMA di Makassar itu merasa, inilah dunianya. Pertama menulis puisi, langsung dimuat. Majalah kenamaan pula.

Mimbar Indonesia majalah berpengaruh pada masa itu. Redakturnya H.B Jassin, wartawan yang klotokan di jagat sastra Indonesia.

"Dua puisi itu berjudul Mereka Tercinta dan O Anak Kemana Kau?," kenang Aspar Paturusi, dalam sebuah obrolan santai dengan JPNN.com, Sabtu, 8 April 2017--dua hari menjelang ulang tahunnya yang ke 74.

Lelaki yang gemar membaca ini lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 10 April 1943. Dia pendiri Dewan Kesenian Makassar. Dewan kesenian kedua di Indonesia setelah Dewan Kesenian Jakarta.

Kami berbincang di bawah langit senja, di Pulau Sekati, pulau kecil nan elok "tak berpenduduk" di gugusan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Debut Pertama

Sebetulnya, di ranah sastra, puisi yang dimuat Mimbar Indonesia bukan debut pertama Aspar.

Masukkan komentarmu disini