RUU Perbukuan Dipastikan Molor

RUU Perbukuan Dipastikan Molor
RUU Perbukuan Dipastikan Molor
JAKARTA--Rancangan Undang-Undang (RUU) Perbukuan yang saat ini masih digodok di DPR dipastikan pengesahannya akan molor dan akan dilanjutkan di tahun 2012 mendatang. Anggota Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengatakan, hal tersebut disebabkan karena RUU Perbukuan harus tersingkir dengan masalah APBN, RUU Pendidikan Tinggi, RUU Pendidikan Kedokteran dan RUU tentang Kebudayaan.

"Sebenarnya RUU Perbukuan ini masuk di dalam agenda DPR lebih dulu. Akan tetapi, saat ini semua sedang fokus pada APBN, RUU Pendidikan Tinggi, Pendidikan Kedokteran dan kebudayaan. Jadi RUU Perbukuan terbengkalai," ungkap Hetifah ketika dihubungi JPNN melalui telepon selularnya di jakarta, Sabtu (19/11).

Namun, Hetifah menegaskan, DPR tetap berupaya agar pembahasan mengenai  RUU Perbukuan dapat terus diselesaikan dan harus menjadi agenda sidang di bulan Desember 2011 ini. "Kalau sampai molor, ya mau tidak mau akan menjadi agenda di tahun 2012," imbuhnya.

Lebih jauh Hetifah menambahkan, masalah pendidikan di bidang perbukuan ini sudah waktunya untuk mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Bukan hanya masalah penerbitan, percetakan dan isi konten bukunya saja, lanjut Hetifah, tetapi juga masalah maraknya penerbit nakal yang kerap menjual buku-buku di sekolah dan proses distribusi buku-buku paket ajar di daerah.

JAKARTA--Rancangan Undang-Undang (RUU) Perbukuan yang saat ini masih digodok di DPR dipastikan pengesahannya akan molor dan akan dilanjutkan di tahun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News