Sabtu, 29 November 2014 | 01:03:59
Home / Pendidikan / Pendidikan / Guru Daerah Terpencil Pertanyakan Tunjangan

Jumat, 23 Desember 2011 , 09:55:00

BERITA TERKAIT

BANDA ACEH - Seratusan guru dari daerah terpencil di Kabupaten Aceh Besar dan Pidie Jaya, Kamis (22/12), mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk mempertanyakan alasan tidak mendapatkan dana tunjangan guru terpencil (Gurdacil) tahun 2011.

Para Gurdacil ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bakhtiar Ishak beserta sejumlah anggota Komisi E DPRA, membidangi persoalan pendidikan seperti Ermiadi (ketua) dan Safwan Yusuf (anggota ).

Ketua Koalisi Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh, Sayuthi Aulia dalam kesempatan itu mengatakan, alasan para guru mendatangi kantor Dinas Pendidikan Aceh adalah untuk mempertanyakan kenapa mereka tidak lagi mendapatkan tunjangan, padahal, sebelumnya seperti tahun 2008, 2009 dan 2010 mereka sempat memperolehnya.

Adapun jumlah guru terpencil di Aceh ada sebanyak 1.631 orang. Mereka mendapatkan dana tunjangan Gurdacil yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sebesar gaji pokok per bulannya.

Namun hingga mendekati tutup buku APBN yaitu Desember 2011, para guru tersebut tidak kunjung mendapatkan haknya. Namun setelah mereka melakukan pengecekan, ternyata dari jumlah keseluruhan  gurdacil Aceh yang terdata yaitu 1.631 orang, 439 diantaranya sudah menerima beberapa waktu lalu, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 1.192 belum mendapatkan sama sekali.

“Sehingga timbul kecuriaan, ada yang beranggapan jika tunjangan yang seharusnya mereka terima dipermainan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh,” ungkap Sayuthi Aulia.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bakhtiar mengatakan, persoalan pembayaran tunjangan kepada gurdacil di Aceh bukan kewenangan dinas pendidikan, melainkan oleh pemerintah pusat dan dananya ditransfer langsung ke nomor rekening guru masing – masing.

Lebih lanjut dia menegaskan, Disdik Aceh tidak mengelola dana tunjangan gurdacil. “Alokasinya kan dari APBN langsung, bukan APBA, dan pemerintah pusat yang membayarkannya langsung” jelasnya.
Namun demikian, Disdik akan akan ikut membantu para guru untuk mempertanyakan persoalan tunjangan tersebut kepada pemerintah pusat dan bagi mereka yang tidak mendapatkan tahun 2011, maka akan diperjuangkan pada tahun 2012 mendatang.

“Jangan paksa Disdik Aceh menalangi pembayaran tunjangan tersebut, kita tak sanggup. Apalagi, tidak ada celah hukum untuk dapat menutupinya dari pos anggaran lain,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua komisi E DPRA Ermiadi menambahkan, pihaknya di dewan, tentunya akan ikut memperjuangkan agar para gurdacil mendapatkan hak mereka. Termasuk mempertanyakan kepada pemerintah alasan 1.192 guru tidak lagi mendapatkan dana tunjangan. 

Namun begitu, tentunya semua pihak dapat memahami jika tujuh hari lagi, adalah batas akhir tutup buku anggaran APBN 2011.” Jika pun dibayarkan sangat sulit, mungkin tahun depan baru bisa,”demikian sebutnya.(slm)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 15.01.2012,
        10:08
        Padiyo, keerom. Papua
        Km dr gudacil yg lngsung berbatasan dgn PNG tdk dpt tunjangan pdhal wktu itu sdh dimnta dta n no.Rekening sampe saat ni tdk cair, kuotax 100, untk SMP pdhal gudacilx 50
      2. 15.01.2012,
        10:08
        Padiyo, keerom. Papua
        Km dr gudacil yg lngsung berbatasan dgn PNG tdk dpt tunjangan pdhal wktu itu sdh dimnta dta n no.Rekening sampe saat ni tdk cair, kuotax 100, untk SMP pdhal gudacilx 50
      3. 14.01.2012,
        06:51
        riko tuanane
        MALUKU UTARA, nama-nama guru yang termuat dalam SK menteri namun realisasi pembayarannya tidak sesuai dengan SK tersebut

      此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

      获取 Adobe Flash Player