Sabtu, 25 April 2015 | 18:00:41

Selasa, 03 Juli 2012 , 17:35:00

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jendral Partai Golkar Nurul Arifin, menegaskan, sebaiknya Zulkarnaen Djabar mundur dari DPR. Supaya, Anggota Badan Anggaran DPR itu fokus pada kasus dugaan korupsi Al Quran yang membuat Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Zulkarnaen sebagai tersangka.

"Ya, sebaiknya ZD mundur sementara dari parlemen," kata Nurul menjawab JPNN, Selasa (3/7) lewat pesan singkatnya.

Dijelaskan Nurul, Partai Golkar tidak pada semua perkara memberikan bantuan hukum kepada kader yang terserat kasus korupsi.

Pun demikian, lanjut Nurul, Partai Golkar dalam menonaktifkan kader tetap mematuhi mekanisme organisasi. "Menonaktifkan kader itu ada mekanisme organisasi yang harus dilakukan, jadi tidak ujug-ujug," kata Anggota Komisi II DPR yang juga mantan artis papan atas Indonesia itu.

Nurul melanjutkan, begitu juga di parlemen. Partai Golkar,  hanya berharap bahwa setiap anggota yang terjerat satu kasus, hendaknya secara sukarela mengundurkan diri sementara. "Agar fokus dan konsentrasi pada perkara yang dihadapinya. Sehingga pekerjaan di parlemen tidak terbengkalai. Sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab moral atas perilakunya," pungkas Nurul.
Seperti diberitakan,

Ketua KPK Abraham Samad dalam jumpa pers di KPK, Jumat (29/6), mengungkapkan, kasus korupsi pertama yang menjerat Zulkarnaen antara lain suap anggaran proyek Al Quran tahun anggaran 2011-2012 pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam.

Kasus kedua adalah terkait kasus dugaan korupsi  proyek pengadaan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Ditjen Pendidikan Islam Kemenag. "Ketiga, kasus pengadaan Al-Qur'an Ditjen Bimas Islam tahun 2011-2012," ujar Abraham.

Menurut Abraham, KPK tidak hanya menjerat Zulkarnaen. Nama lain yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah pengusaha berinisial DP yang juga anak dari ZD. (boy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar