Kamis, 31 Juli 2014 | 00:13:16
Home / Pendidikan / Pendidikan / Giliran Kepala Sekolah Uji Kompetensi

Jumat, 10 Agustus 2012 , 09:20:00

BERITA TERKAIT

MALANG - Tak hanya guru saja yang akan dievaluasi, kepala sekolah pun tak luput dari evaluasi kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud). Ujian Kompetensi Guru (UKG) Kepala Sekolah rencananya akan dilaksanakan Oktober mendatang yang diikuti oleh seluruh kepala sekolah dari semua jenjang.

Kalau pada UKG guru yang diukur adalah kompetensi bidang pelajaran yang diampu, maka pada UKG kepala sekolah ini yang diukur adalah kompetensi kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang dipimpinnya.

”Saya berharap kualitas soalnya supaya lebih baik, dan teman teman guru supaya lebih siap dengan target minimal lulus 50 persen,” ungkap Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri, Tri Suharno kepada Malang Post (Group JPNN).

Tri menuturkan pada tes UKG kepala sekolah sebagai guru beberapa waktu lalu terjadi trouble sehingga ujian dibatalkan. Kedepan ia berharap beberapa perbaikan seperti khusus soal MIPA supaya waktunya ditambah atau soalnya dikurangi. Sebab jika melihat hasil tahap satu seperti itu perlu dievaluasi ulang baik soalnya maupun persiapannya.

”Dan jika ini dilakukan secara perodik misalnya empat tahun sekali insya Allah dampaknya positif untuk penguatan dan pemetaan kompetensi guru,” tegasnya.
Seperti dirilis resmi oleh Kemdibud, setelah UKG selesai dilaksanakan pemerintah akan melanjutkan proses perbaikan kompetensi guru dengan pelatihan dan dibarengi dengan pengukuran kinerja guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh membeberkan UKG merupakan ujian multi-objective. Selain ingin mengetahui kompetensi profesionalitas, juga untuk mengetahui apakah pedagogik dalam pengajaran yang dilakukan berjalan dengan baik atau tidak. Pengukuran kinerja bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah dengan sertifikasi yang diberikan kepada guru dapat meningkatkan kinerja mereka atau tidak.

Setelah diukur akan dibedakan solusinya berdasarkan sifatnya. Jika menyangkut disiplin guru, maka akan diberikan pelatihan yang akan dilakukan oleh kepala sekolah. Guru yang telah memiliki kompetensi baik, dilihat dari hasil UKG, tidak mendapatkan pelatihan lagi. Untuk menghitung kelulusan, akan dihitung dengan standar minimal dan standar deviasinya. Meski kompetensi mereka baik, pengukuran kinerja akan tetap dilakukan. (oci/eno)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.03.2014,
        22:01
        seo for cheap
        g510ru A round of applause for your article post.Really looking forward to read more. Much obliged. From mobile
      2. 21.10.2012,
        21:59
        Tarkem
        Nasib . . . .punya gelar s1,dah mengajar 10 th mau ikut sertifikasi jam habis dengan guru 2 yang baru nongol.. From mobile
      3. 11.08.2012,
        20:13
        Guru Honorer
        Dipastikn byk yg tdk lulus, gimana jika kami usul, Audit aja dulu baru uji Kompetensi, itu baru feir. Asal jgn ada intrik pasti byk yg tdk layak
      4. 11.08.2012,
        17:48
        mats asroor
        ga usah prihatin dg nilai UKG yg jelek, jika anda tahu yg sebenarnya, bagaikan mengukur panjang dengan literan, ya jaka sembung.
      5. 11.08.2012,
        03:09
        Mustaen
        Prihatin prihatin jika kita cermati banyak guru dan kepsek yang bertitel S2 tidak lulus UKG atau tidak kompeten..
      6. 10.08.2012,
        18:56
        alit
        untuk ukg tahun ini sebaiknya jangan mematok nilai kelulusan 70, tetapi 60 itu lebih bijaksana karena baru pertama diadakan,persiapan blm matang.
      7. 10.08.2012,
        11:55
        moes
        jangan kepsek ya aja di uji guru juga donk tapi masi ada guru yang bisa baca ampe skarang min guru ngak bisa baca (salah satu SDN guru kocan)