Jumat, 31 Oktober 2014 | 11:53:47
Home / Nasional / Humaniora / Muhammadiyah Kembali Tidak Ikut Isbat

Minggu, 12 Agustus 2012 , 04:14:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Pelaksanaan sidang isbat penetapan 1 Syawal 1433 H pada 18 Agustus nanti bakal kembali kurang lengkap. Seperti saat penetapan 1 Ramadan 1433 H lalu, salah satu ormas Islam besar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah, sudah memastikan tidak akan hadir.

“Sudah tegas dalam surat keputusan PP Muhammadiyah, kami tidak ikut sidang isbat selama 2012,’’ kata Pengurus Pustaka dan Informasi Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya saat dihubungi kemarin. Selain itu mereka juga tidak akan mengikuti sidang isbat penetapan 10 Dzulhijjah 1433 H (Idul Adha).
“Meskipun diundang, bukan berarti wajib datang kan,’’ lanjut Mustofa.

Alasan sikap PP Muhammadiyah tidak mengikuti rangkaian sidang Isbat tahun ini disebabkan karena mereka sudah memiliki pola atau sistem penetapan kalender hijriyah sendiri. Yaitu dengan menggunakan metode hisab.

Mustofa menuturkan, dengan metode hisab tersebut, PP Muhammadiyah sudah memiliki jadwal pasti tentang penetapan kalender hijriyah hingga 500 tahun ke depan. Mulai dari penetapan awal puasa, Lebaran, hingga Idul Adha, mereka sudah memiliki catatannya untuk beberapa tahun ke depan.

Menurut Mustofa, terbitnya maklumat PP Muhammadiyah tentang penetapan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 10 Dzulhijjah bukan berarti mereka setiap saat melakukan hisab. ’’Maklumat itu hanya untuk mengingatkan saja. Untuk hisabnya kita sudah lakukan jauh sebelumnya,’’ kata dia.

Alasan lain yang dilontarkan PP Muhammadiyah yang memilih tidak ikut sidang isbat adalah untuk menghindari pertentangan di dalam persidangan. Menurut Mustofa, jika Muhammadiyah ikut sidang isbat kemungkinan besar perdebatan tentang penetapan hari besar dalam kalenderi Islam bisa tambah memanas.

Seperti diketahui, sidang isbat penetapan 1 Ramadan lalu yang tanpa Muhammadiyah pun memang sudah ramai. Sebab, ada ormas yang sepakat dengan Muhammadiyah mengenai waktu dimulainya puasa yang berbeda sehari dengan keputusan akhir sidang isbat.

Mustofa khawatir, jika mereka ikut, perdebatan di dalam sidang isbat tambah sengit dan bisa berujung pada saling menyalahkan. ’’Jika sudah saling tuding siapa yang benar dan siapa yang salah, justru tidak baik dilihat umat,’’ katanya.

Mustofa menegaskan kalaupun nanti ada perbedaan dalam penetapan 1 Syawal tidak perlu dipersoalkan.’’Pelangi itu indah karena berbeda,’’ katanya bertamsil.

Terkait kepastian Muhammadiyah untuk kembali tidak hadir tersebut, Ketua Umum Tanfidziyah PB NU Said Aqil Siroj sangat menyayangkannya. ”Tidak beradab itu, tidak mutamaddin, diundang sidang isbat kok tidak mau,” sesal Said Aqil, saat ditemui di kantor PB NU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, kemarin (11/8).

Menurut dia, Muhammadiyah seharusnya datang karena pihak pengundang adalah pemerintah yang sah. Terlebih lagi, mereka diajak untuk membicarakan sesuatu yang baik terkait masalah umat. ”Ini bukan diajak bicara untuk korupsi, atau bukan juga mengajak untuk korupsi,” imbuhnya.

Apakah ini artinya, PB NU sedang menghimbau Muhammadiyah untuk datang pada sidang isbat" ”Mau datang atau mau tidak datang itu urusan mereka, bukan urusan kami, cuma saya benar-benar menyayangkan kalau benar tidak datang,” katanya.

Dia mengingatkan, perbedaan pandangan atau pendapat sepatutnya tidak boleh menghalangi seseorang untuk bertemu. ”Seharusnya tetap ketemu lah, tidak beradab kalau tidak mendatangi undangan yang untuk kepentingan umat,” tandasnya, lagi.

Said lantas menceritakan, situasi yang harus dihadapi NU secara organisasi maupun jamaah saat era Orde Baru. Menurut dia, selama 30 tahun lebih, NU terus dipojokkan waktu itu. Semua yang bernama NU, semisal nama Universitas NU yang dulu sempat ada, harus dihapus. ”Kurang apa kami saat itu, termasuk Gus Dur yang dicekal sana-sini,” katanya. (wan/dyn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 09.07.2013,
        00:44
        muamar chadafi
        metode hisab itu kwantitatif/perhitungan yang bersifat prediksi, sedang rukyah kwalitatif yang bersifat observasi langsung di lapangn lbih akurat
      2. 18.08.2012,
        21:34
        Jundullah
        Astaghfirullah,... Said Agil Komentarnya bisa menyulut api perpecahan Umat Islam,... Belajar Berkomnter,... Berfikir dulu baru bicara..
      3. 18.08.2012,
        10:52
        Herliansyah
        Komentar Ketua Umum Tanfidzyah tentang tidak datangnya Muhammadiyah pada sidang Isbat, sangat tendensius dan tidak bijaksana.
      4. 16.08.2012,
        13:15
        arman
        untukku semua amalku,untukmu semua amalku. imtrospeksi diri jelas lebih baik !!
      5. 16.08.2012,
        07:03
        Fajrien syecher al-jawiy
        Muhammadiyah shrusnya hadir dlm isbat. From mobile
      6. 15.08.2012,
        00:24
        totok
        sidang isbat hanya pemborosan dana. toh sebetulnya bukan sidang, hasil sudah diputuskan sebelumnya. prediksi gerhana bisa, kenapa tanggal tidak..
      7. 14.08.2012,
        11:39
        Santunist
        Teringat KH Hasyim Muzadi...selalu santun dalam berkomentar.... tak pernah sekalipun mencaci Muhammadiyah, apalagi mengatakan 'tidak beradab'.
      8. 14.08.2012,
        10:52
        ian
        Kenapa juga muhamadiyah..ÆÃ& curren;ªî mau kompak.. Dlm menggunakan metode..biar umat islam di ina ini bs kompak... Ini malah bikin rusuh... From mobile
      9. 14.08.2012,
        08:42
        Ikhwan
        Menurut saya Said Agil Siraj harus belajar sopan santun dalam berkomentar, bukankan itu yang selama ini dipegang oleh para petinggi NU?
      10. 14.08.2012,
        00:55
        hasan
        orang barat saja bulan sudah dikunjungi.kita masih diintip aja tuh bulan