Kamis, 08 Desember 2016 | 05:09:51

Jumat, 19 April 2013 , 17:03:00

Kembalikan Penentu Kelulusan ke Sekolah


JAKARTA - Kisruh Ujian Nasional (UN) 2013 yang belum usai terus menguatkan penghapusan UN yang selama ini sebagai penentu kelulusan dihapus, dan kelulusan siswa kembali diserahkan kepada sekolah.

Pengamat pendidikan nasional, Darmanigtyas mengatakan, dirinya termasuk salah seorang yang selama mendorong agar UN tidak dijadikan sebagai penentu kelulusan siswa, melainkan sebagai pemetaan saja.

"Saya kira memang kita mendorong UN sebagai sarana pemetaan kualitas mutu pendidikan. Kalau saat ini UN kan dijadikan sebagai penentu kelulusan," kata Darmaningtyas, di konfirmasi JPNN.COM, Jumat (19/4).

Menurutnya, kalau ke depan UN dijadikan sarana pemetaan kualitas pendidikan, maka tidak harus dilaksanakan setiap tahun, cukup dua tahun sekali.

Bahkan pelaksanaannya menurut dia juga bisa lebih fleksibel. Dalam artian UN di SMP dan SMA tidak mesti dilakukan untuk siswa kelas tiga.

"Jadi tidak harus dilakukan untuk SMP dan SLTA di kelas tiga, bisa di kelas dua. Sehingga tidak menimbulkan kericuhan," urainya.

Lalau bagaimana dengan penilaian kelulusan siswa jika UN hanya sebagai pemetaan? "Kelulusan urusan sekolah. Jaman saya juga ujian sekolah. Yang sesuai dengan kondisi sekarang, penentu kelulusan itu ya ujian sekolah," tandasnya.(fat/jpnn)
cheap jordan shoescheap jordan shoescheap jordan shoessac longchamp pas cher