Rabu, 03 September 2014 | 09:09:50
Home / Nasional / Hukum / Dipanggil Kejakgung, Tersangka Korupsi Proyek Madrasah Mangkir

Selasa, 04 Juni 2013 , 21:43:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Tersangka korupsi pengadaan perlengkapan laboratorium IPA Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kementerian Agama berinisial MPC, mangkir dari panggilan Kejaksaan Agung. Ia merupakan Direktur Utama PT Sean Hulbert Jaya, yang sedianya diperiksa sebagai saksi untuk sejumlah tersangka lain.

“Tapi hingga Pukul 15.30 WIB, yang bersangkutan belum juga memenuhi panggilan penyidik,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Untung Arimuladi di Jakarta, Selasa (4/6).

Untung menegaskan, mangkirnya tersangka maupun saksi dari pemeriksaan sering mengakibatkan lambatnya penanganan perkara. Meski demikian Kejagung akan memanggil MPC lagi. “Jadi dalam hal ini, jika penyidik merasa membutuhkan informasi dari yang bersangkutan, maka tentu yang bersangkutan akan dipanggil kembali,” ujarnya.

MPC merupakan satu dari delapan tersangka yang telah ditetapkan Kejagung. Kasus ini bermula saat Kemenag memeroleh dana Rp 71,5 miliat dari APBN Perubahan 2010 silam. Anggaran itu dimaksudkan untuk proyek pengadaan alat laboratorium IPA bagi MTssebesar Rp 27,5 miliar dan untuk MA sebesar Rp 44 miliar. Namun dalam penggunaanya diduga terjadi penyalahgunaan yang merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.

Selain MPC, tersangka lain dalam kasus ini masing-masing dari Kemenang yaitu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Saefuddin, Konsultan Tehnologi Informasi Ida Bagus Mahendra Jaya Marta, mantan Sesditjen Pendidikan Islam Kemenag Affandi Mochtar, mantan PPK Firdaus Basuni dan Staf Unit Layanan Pengadaan, Rizal Rohyan. Selain itu juga terdapat nama Direktur PT Alfindo Nuratama Perkasa, Arifin Ahmad dan Direktur CV Pudak ZA.(gir/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 07.04.2014,
        13:46
        best money here
        QDeoU0 Muchos Gracias for your blog.Really looking forward to read more. Fantastic. From mobile
      2. 06.06.2013,
        09:15
        dulah
        ngaku Islam dr depag lagi,trus pejabat lagi... tapi ga punya malu ..maling..dasar serakah.. mampus kowe ketangkep