Ini yang Terjadi Jika Anda Berhenti Makan Daging

Ini yang Terjadi Jika Anda Berhenti Makan Daging
Ilustrasi. Foto : Macro Meats

jpnn.com - JAKARTA—Sebagian orang beralih ke pola makan nabati karena berbagai macam alasan. Terutama karena ingin menurunkan berat badan, merasa lebih energik dan segar dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Mengonsumsi makanan nabati memang dianggap lebih menyehatkan. Berikut beberapa hal yang terjadi di dalam tubuh jika Anda berhenti mengonsumsi daging.

1. Anda menurunkan berat badan

Sebuah tim di George Washington University School of Medicine di Washington, Amerika Serikat baru-baru ini mencoba untuk menentukan berapa banyak berat badan seseorang yang akan hilang jika mereka beralih menjadi vegetarian.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics, menunjukkan bahwa peserta yang menghilangkan daging dari diet mereka kehilangan sekitar 5kg berat badan mereka tanpa memantau asupan kalori atau meningkatkan jumlah mereka berolahraga.

" Pesan yang dibawa pulang adalah bahwa diet nabati bisa membantu Anda menurunkan berat badan tanpa menghitung kalori dan tanpa olahraga rutin," kata penulis penelitian, Dr. Neal Barnard, MD, seperti dilansir laman India Times.

2. Bakteri usus Anda akan berubah

Apa yang Anda makan akan berhubungan dengan sistem pencernaan Anda. Para peneliti di City University of New York menemukan bahwa vegan memiliki spesies lebih protektif dari bakteri usus.

3. Anda bisa menjadi kekurangan nutrisi

Diet vegetarian atau vegan yang seimbang bisa memberikan nutrisi yang cukup dengan perencanaan yang cukup. Tapi bisa menjadi sangat sulit untuk mendapatkan zat besi dan Vitamin B12 dan D.

Tubuh merekomendasikan makan banyak kacang-kacangan, seperti kacang-kacangan dan lentil, buah-buahan, sayuran hijau gelap, biji-bijian dan sereal untuk mendapatkan zat besi yang cukup. 

Vitamin B12 bisa ditemukan dalam produk ekstrak ragi seperti sereal dan produk kedelai. Telur kaya lemak, sereal dan beberapa jenis susu bisa menjadi sumber vitamin D.

4. Risiko kanker berkembang bisa turun

Sebuah laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan daging olahan sebagai karsinogenik. Daging merah juga mungkin bisa menyebabkan kanker.

Makan hanya sebagian 50g daging olahan atau dua rashers bacon sehari bisa meningkatkan risiko kanker usus sebesar 18 persen .(fny/jpnn)



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News