Ahok Masih Unggul, Pengamat: Jangan Arogan!

Ahok Masih Unggul, Pengamat: Jangan Arogan!
Pengamat Politik Universita Paramadina Hendri Satrio menjadi pembicara pada diskusi bertema Tensi Tinggi Pilkada DKI, Jakarta, Sabtu (13/8). FOTO: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Nama petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih diunggulkan dalam bursa pemilihan gubernur DKI Jakarta. Namun demikian, Ahok diingatkan untuk tidak bersikap arogan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan Ahok tidak bisa petantang petenteng karena ibaratnya dalam bahasa Jawa ia sudah dipangku mati.

Nasib Ahok pun kini berada di tangan tiga partai politik yang mengusungnya, yakni Golkar, Nasdem dan Hanura. “Ahok harus selamatkan dukungan,” kata Hendri saat diskusi bertajuk “Tensi Tinggi Pilkada DKI” di Jakarta, Sabtu (13/8).

Ia menambahkan, kalau bisa Ahok harus mendapat dukungan dari partai politik lain selain tiga yang sudah ada. Usaha ini, kata dia, harus dilakukan Ahok. Sebab, kalau di antara tiga partai ini menarik dukungan, maka  Ahok tidak akan bisa ikut kompetisi Pilkada DKI Jakarta.

"Kalau ada yang menarik dukungan, jangankan jadi gubernur, ikut kompetisi juga dia tidak bisa,” kata Hendri.

Hendri menilai saat ini Ahok juga sebenarnya menyadari bahwa posisinya tidak aman. Ia berharap tiga partai pendukung Ahok tetap kompak.

"Ahok masih deg-degan. Dia sekarang dipangku mati oleh partai pengusungnya,” ujar Hendri.(boy/jpnn)

JAKARTA - Nama petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih diunggulkan dalam bursa pemilihan gubernur DKI Jakarta. Namun demikian, Ahok diingatkan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News