122 Tewas Diseret Ombak, 502 Hilang

Sembilan WN Australia dan Satu WN Jepang Selamat

122 Tewas Diseret Ombak, 502 Hilang
122 Tewas Diseret Ombak, 502 Hilang
JAKARTA - Korban gelombang tsunami yang melanda kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terus bertambah. Hingga tadi malam, komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan lokasi bencana masih terputus-putus. Laporan sementara menyebutkan, kondisi Kepulauan Mentawai sangat memprihatinkan. Hingga kini, sebanyak 112 orang dikabarkan tewas terseret gelombang dan sekitar 502 warga hilang.

"Sebanyak 112 warga tewas berasal dari tiga kecamatan di kepulauan Mentawai. 502 orang masih belum ditemukan," tulis notulensi rapat koordinasi penanggulangan gempa dan tsunami Mentawai yang dikutip keterangan pers BNPB.

Rapat yang masih berlangsung hingga tadi malam itu dipimpin Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan dihadiri Bupati Mentawai, Edison, di Kota Padang. Kondisi masyarakat di Kepulauan Mentawai khususnya di Pagai Utara dan Pagai Selatan sangat memprihatinkan. Mereka sudah kehabisan stok makanan karena stok yang ada di rumah dan di warung lenyap dibawa gelombang tsunami. "Untuk menyambung hidup, mereka harus makan ubi, talas, dan dedaunan. Mereka juga butuh kantung mayat," tulis keterangan itu.

Rencananya, hari ini Wapres Budiono didampingi Menko Kesra Agung Laksono akan bertolak ke lokasi tsunami pascagempa 7,2 Skala Richter tersebut. Kepala Bidang Humas dan Dokumentasi Menko Kesra Tito Setyawan mengatakan, Menko Kesra akan berangkat bersama Boediono menggunakan pesawat khusus. "Itu atas instruksi langsung Presiden SBY," katanya.

JAKARTA - Korban gelombang tsunami yang melanda kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terus bertambah. Hingga tadi malam, komunikasi Badan Nasional

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News