16 Orang Tewas Mengenaskan di Perayaan Kemerdekaan Madagaskar

16 Orang Tewas Mengenaskan di Perayaan Kemerdekaan Madagaskar
Peringatan hari kemerdekaan Madagaskar di Antananarivo berakhir tragis setelah 16 orang dan puluhan lainnya luka-luka akibat berdesak-desakan. Foto: EPA

jpnn.com, ANTANANARIVO - Perayaan kemerdekaan Madagaskar berakhir pilu. Sebanyak 16 orang tewas dan 80 terluka akibat berdesak-desakan di stadion Mahamasina, Antananarivo, Rabu (26/6). Tiga di antaranya adalah anak-anak. Jasad mereka kini masih berada di Joseph Ravoahangy Andrianavalona Hospital.

''Korban jiwa mungkin bertambah karena banyak korban dalam kondisi kritis,'' ujar Direktur rumah sakit Profesor Olivat Rakoto Alson pada AP.

Saat itu di stadion tersebut digelar parade militer dan konser. Presiden Madagascar Andry Rajoelina hadir dalam parade saat pagi. Acara itu dilanjutkan dengan konser dan pertunjukan artis lokal Rossy.

Saat itu banyak penduduk di luar stadion yang tak bisa masuk. Tiba-tiba saja ada info bahwa pintu dibuka sehingga mereka yang ada di luar berdesakan untuk masuk ke stadion.

Polisi memang membuka pintu sebentar untuk membiarkan penonton yang sudah selesai melihat parade militer keluar. Namun, karena massa di luar juga banyak, pintu akhirnya ditutup lagi.

''Mereka mendorong kami. Beberapa bahkan menarik dan memukul kami,'' ungkap Jean Claude Etienne Rakotoarimanana, salah seorang saksi mata. Pria 29 tahun itu pingsan dan menderita luka memar. Tetapi, setidaknya dia selamat. (sha/c20/dos)


Perayaan kemerdekaan Madagaskar berakhir pilu. Sebanyak 16 orang tewas dan 80 terluka akibat berdesak-desakan di stadion Mahamasina, Antananarivo, Rabu (26/6).


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News