Jumat, 19 Januari 2018 – 09:00 WIB

2.000 Sopir Tolak Sistem Satu Arah

Selasa, 30 November 2010 – 10:20 WIB
2.000 Sopir Tolak Sistem Satu Arah - JPNN.COM

TANGSEL - Sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Gapersi Kota Tangsel menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) di sebagian wilayah Kecamatan Ciputat dan Kecamatan  Pamulang mulai 1 Desember 2010 mendatang. Pasalnya, pemberlakuan SSA itu bakal merugikan sopir dan pengusaha angkot.

Ketua Gapersi Kota Tangsel, Reza Tumanggor mengatakan pemberlakuan SSA di Jalan RE Martadinata, Jalan Padjajaran, Jalan Otista, Jalan Setia Budi dan Jalan Surya Kencana memberatkan. Lantaran, ujarnya juga, saat ini saja tanpa pemberlakuan SSA sopir dan pengusaha angkot kesulitan memenuhi setoran yang mencapai Rp 80 ribu-Rp 100 ribu per hari.

"Ada 2.000 sopir yang akan terkena imbas pemberlakuan SSA ini. Karena itu kami menolak. Surat penolakan sudah kami layangkan ke Dishub Kota Tangsel, Pemkot Tangsel dan DPRD Kota Tangsel," terangnya kepada Indopos (grup JPNN) kemarin. Selain sopir yang dirugikan, pihaknya juga tengah menggalang dukungan sejumlah sekolah yang terimbas pemberlakuan SSA.

Saat ini sudah ada tiga sekolah SD yang memberikan dukungan terhadap Gapersi Tangsel guna menolak pemberlakuan SSA tersebut. Ribuan pelajar pasti akan terkena imbas lantaran untuk menuju sekolah harus memutar mengikuti rute baru SSA sejauh 8 kilometer yang akan berdampak kenaikan ongkos angkutan. Belum lagi dengan waktu tempuh dari rumah ke sekolah yang juga akan bertambah lama.

"Kasihan anak sekolah yang biasanya membayar sekali naik angkot, tapi dengan pemberlakuan SSA harus dua kali lipat," cetus Reza juga.

Apalagi, ungkapnya juga, rencana pemberlakuan SSA selain minim sosialisasi, juga belum memiliki kesiapan yang memadai. Itu tercermin saat digelar diskusi antara Gapersi Tangsel dengan Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel belum lama ini. Pihak Dishubkominfo hanya berjanji akan membuka rute alternatif sepanjang ruas jalan yang terkena SSA tersebut. Namun, belum ada realisasi hingga saat ini. Padahal SSA akan diberlakukan pada 1 Desember 2010 nanti.

"Buka dulu jalan alternatifnya. Baru diberlakukan SSA. Kami juga butuh kepastian hukum kalau angkot boleh melintasi perumahan yang jalurnya dijadikan jalan alternatif," cetusnya.

Dia juga mengancam, ratusan sopir angkot sudah siap melakukan aksi apabila Pemkot Tangsel tetap memaksakan pemberlakuan SSA pada 1 Desember mendatang. "Kami menolak karena bukan solusi atasi kemacetan. Itu malah memperberat kondisi ekonomi ratusan sopir angkot, juga berimbas pada pelajar yang sekolahnya di jalur SSA," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Ruhamaben mengatakan, penerapan SSA juga dikhawatirkan menimbulkan masalah baru terkait belum tersedianya jalur alternatif. Apalagi, jarak memutar SSA mencapai 8 kilometer. "Lebih baik dikaji ulang. Sepertinya, penerapan SSA belum ideal dilakukan saat ini," ujar politisi PKS itu. Untuk diketahui, pemberlakuan SSA akan membuat empat trayek angkot dengan ratusan armada berganti rute. Trayek itu masing-masing yakni D 07, D 15, D 14, dan D 13. (kin)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar