3 Polisi Intimidasi Wartawan Dekat Rumah Irjen Ferdy Sambo, Sahroni Singgung Kebebasan Pers

3 Polisi Intimidasi Wartawan Dekat Rumah Irjen Ferdy Sambo, Sahroni Singgung Kebebasan Pers
Rumah dinas Irjen Ferdy Sambo menjadi saksi bisu baku tembak antarpolisi. Di dekat rumah ini pula polisi intimidasi wartawan yang meliput. Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyesalkan adanya tiga polisi mengintimidasi wartawan peliput peristiwa penembakan di sekitar rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Sahroni pun mengingatkan Polri bahwa kebebasan pers adalah salah satu elemen penting yang harus dijaga di negara demokrasi.

“Sangat disayangkan, bagaimana intimidasi ini bisa terjadi ya? Karena para wartawan, kan, hanya menjalankan tugasnya," ucap Sahroni di Jakarta, Jumat (15/7).

Legislator Partai NasDem itu juga menyebut kebebasan pers sudah dijamin oleh undang-undang yang melindungi wartawan dari intimidasi dan ancaman dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Saya menyesalkan jika justru kejadian seperti ini dilakukan oleh kepolisian. Ke depan, polisi harus bisa lebih humanis terhadap insan pers khususnya, maupun masyarakat pada umumnya," kata Sahroni.

Politikus asal Tanjung Priok, Jakarta Utara itu menyoroti sikap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo yang telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu

Namun, dia mengingatkan permintaan maaf Polri itu harus dibarengi dengan adanya jaminan keamanan bagi jurnalis dalam menjalankan tugas.

"Artinya polisi dalam hal ini tidak abai dan tidak antikritik. Meski begitu, harus dipastikan bahwa permintaan maaf itu juga dibarengi dengan jaminan untuk (wartawan) menjalankan tugas dengan aman," ujar Sahroni.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyesalkan ada polisi intimidasi wartawan yang meliput di dekat rumah Irjen Ferdy Sambo. Dia mengingatkan Polri....

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News