3.200 Ha Sawah di Karawang Tak Terairi, Bupati Cellica Nurrachadiana Mengajukan Irigasi ke Kementan

3.200 Ha Sawah di Karawang Tak Terairi, Bupati Cellica Nurrachadiana Mengajukan Irigasi ke Kementan
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melansir ada 3.200 hektare sawah di wilayah itu menjadi langganan kekeringan karena tak terjangkau saluran irigasi.

Pemkab Karawang mendatangi Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengatasi persoalan tersebut.

Kementan pun langsung merespons. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menjelaskan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) dilakukan dengan membenahi saluran irigasi yang bermasalah.

Selain itu juga dilakukan pemaksimalan fungsi saluran irigasi agar luas areal pertanaman bisa bertambah.

"Dengan adanya program RJIT yang merupakan bagian dari manajemen untuk memastikan ketersediaan sumber air pertanian ini diharapkan dapat memberi manfaat," ujar Mentan SYL, Minggu (11/4).

Adapun manfaat dari Program RJIT ini yakni adanya ketersediaan air untuk pertanian, menormalkan saluran irigasi yang bermasalah, lahan yang terairi menjadi lebih luas, meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas petani.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan pihaknya sudah menentukan kriteria petani atau areal pertanian yang dapat menerima RJIT ini.

"Kriterianya daerah irigasi yang saluran primer dan sekundernya memiliki kondisi yang baik untuk meningkatkan indeks pertanian padi sebesar 0,5. Kemudian, jaringan irigasi tersier yang sudah mengalami kerusakan dan terhubung dengan jaringan irigasi primer," ujar Sarwo Edhy.

Kementan langsung merespons permasalahan terkait irigasi yang diajukan Pemkab Karawang, Jabar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News