5,5 Juta Guru dan Dosen Terima Vaksin Covid-19, Ini Permintaan KPAI kepada Mendikbud

5,5 Juta Guru dan Dosen Terima Vaksin Covid-19, Ini Permintaan KPAI kepada Mendikbud
Ilustrasi guru honorer sedang mengajar. Foto: Istimewa for JPNN.com

Jangan mengira setelah ada vaksin berarti akan bebas, tidak pakai masker lagi dan abai menerapkan 3 M, karena ini masih  pandemi Covid-19. 

Vaksin akan diberikan kepada masyarakat secara bertahap karena jumlah vaksin masih terbatas. Alhasil, masih akan banyak orang yang belum divaksin sehingga virus tetap dapat menyebar dan berisiko menginfeksi siapa saja.

Berdasarkan teori, suatu wilayah dikatakan bebas dari penyakit jika sudah terjadi kekebalan kelompok atau herd immunity. Kondisi ini bisa dicapai dengan pemberian cakupan vaksin mencapai 90 persen. 

"Meski para pendidik dan tenaga kependidikan sudah divaksin, tetapi pemerintah pusat dan daerah harus memastikan penyiapan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 secara ketat," ujarnya. 

Sebab, saat PTM sekolah-sekolah harus dipastikan sudah menyiapkan infrastruktur dan protokol kesehatan/SOP adaptasi kebiasaan baru (AKB) di satuan pendidikan demi melindungi warga sekolah, terutama peserta didik, mengingat vaksin Covid-19 untuk anak-anak belum tersedia. 

“Pastikan 5 siap, yaitu siap daerahnya, siap sekolahnya, siap gurunya, siap orangtuanya, dan siap anaknya. Jika salah satu tidak siap, maka tunda buka sekolah tatap muka karena akan berpotensi menjadikan sekolah sebagai kluster baru. Harus dipastikan juga bahwa kasus Covid-19 di wilayah itu sudah landai," pungkas Retno. (esy/jpnn)

 

 

Simak! Video Pilihan Redaksi:

KPAI meminta Madiem Makarim untuk tidak memaksakan membuka sekolah pada tahun ajaran baru meski sudah jutaan guru menerima vaksin covid-19.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News