5,5 Juta Warga Haiti Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan

5,5 Juta Warga Haiti Membutuhkan Bantuan Kemanusiaan
Pengunjuk rasa berlari melewati ban yang dibakar saat aksi unjuk rasa menuntut pengunduran diri Presiden Haiti Jovenel Moise, pada peringatan ke-217 Pertempuran Vertieres, pertempuran utama terakhir kemerdekaan Haiti dari Prancis, di Port-au-Prince, Haiti, Rabu (18/11/2020). Foto: REUTERS/Andres Martinez Casares/WSJ/djo

jpnn.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (21/3) mengumumkan bahwa 5,5 juta dari 11,4 juta orang yang tinggal di Haiti membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan tiga juta di antaranya adalah anak-anak.

“Haiti, jelas sekali, adalah skala krisis kemanusiaan yang sangat besar,” kata koordinator kemanusiaan PBB untuk Haiti, Ulrika Richardson saat konferensi pers virtual.

Ketika menghubungkan krisis di Haiti dengan ketidakstabilan politik dan ketidakamanan yang meluas, Richardson mengatakan, "Sejumlah besar orang harus meninggalkan daerahnya ketika geng-geng merebut mereka."

“Ada penderitaan manusia dalam skala yang mengkhawatirkan,” katanya.

Richardson mengingat soal Januari yang menjadi "bulan paling penuh kekerasan" dalam dua tahun terakhir.

"Cukup menyedihkan, bisa kami pastikan bahwa Februari adalah bulan yang lebih membahayakan lagi," katanya. Ada 2.500 orang yang meninggal pada masa dua bulan itu.

Richardson juga menggarisbawahi perlunya solidaritas dari komunitas internasional. Ia menekankan bahwa “waktunya hampir habis”.

Ketika menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan PBB meninggalkan Haiti, Richardson menyatakan, "Kami belum sampai pada tahap itu".

PBB berusaha mendukung warga Haiti dengan segala cara dan berharap ada pengerahan pasukan keamanan multinasional sesegera mungkin

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News