6 Contoh Modus Oknum Pejabat Daerah Memeras Guru

6 Contoh Modus Oknum Pejabat Daerah Memeras Guru
Ketua Umum IGI M Ramli Rahim berpose bareng Mendikbud Nadiem Makarim di Jakarta, Senin (4/11). Foto: dokumentasi pribadi for JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim blak-blakan soal kondisi guru di daerah, sehingga dia mendukung wacana yang digulirkan Presiden Jokowi tentang kemungkinan kewenangan urusan pengelolaan guru ditarik kembali ke pusat.

Menurut Ramli, selama ini guru dijadikan mesin ATM oleh oknum-oknum pejabat di daerah.

"Mengapa IGI dukung kewenangan guru kembali ke pusat? Karena kawan-kawan di daerah dijadikan mesin ATM oknum-oknum pejabat di daerah. Ini fakta dan dialami guru-guru," kata Ramli kepada JPNN.com, Jumat (13/12).

Ramli menyebut sejumlah contoh modus pemerasan yang dilakukan oknum pejabat daerah ke guru.

Pertama, Ramli mengungkapkan, berdasarkan laporan guru-guru, setiap ada kegiatan perayaan di kabupaten, mereka pasti diminta nyumbang.

Kedua, mengurus administrasi mesti pakai pelicin biar lancar jaya. Urus pencairan dana BOS, harus ada “pelapis berkas”.

Ketiga, habis terima tunjangan profesi, guru wajib setor pada bos. "Itu fakta yang dialami kawan-kawan guru,” cetus Ramli Rahim.

Keempat, honor pembina pramuka dari dana BOS diterima per tiga bulan cuma Rp 600 ribu. Itupun disunat sisa Rp 570 ribu. Jadi kalau dikalkulasi, honor pembina pramuka cuma Rp 50 ribu per minggu," bebernya.

Ketum Ikatan Guru Indonesia alias IGI Ramli Rahim membeber modus oknum pejabat daerah memeras guru.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News