7 Rasa Lapar yang Perlu Diketahui untuk Hindari Penyakit Kronis

7 Rasa Lapar yang Perlu Diketahui untuk Hindari Penyakit Kronis
Seorang penumpang memakan salju untuk mengatasi rasa lapar dan hausnya setelah bus yang ia naiki mogok di Jalan Raya Bhimdatta Pant saat hujan salju lebat di Nepal. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Saat kita melihat beberapa makanan yang menggoda, mata kita pertama-tama meyakinkan pikiran dan kemudian memerintahkan untuk mengirimkan sinyal ke perut dan tubuh, untuk mengesampingkan perasaan kenyang. Ini membuat kita makan lebih banyak hanya untuk memuaskan rasa lapar mata kita.

Yang harus dilakukan adalah saat mata Anda tergoda oleh keindahan makanan, coba alihkan fokus pada hal-hal indah lainnya seperti lukisan atau dekorasi di suatu tempat.


Lapar Hidung

Hidung membantu kita untuk mencium jadi ketika tiba-tiba mencium makanan dan tergoda, itu berarti Anda mengalami lapar hidung.

Aroma hidangan favorit, menyeduh kopi, melelehkan mentega, atau memanggang sering kali mengundang seseorang untuk mengonsumsi makanan, terlepas dari apakah dia benar-benar lapar atau tidak.

Rasa lapar hidung sering kali terkait dengan lapar mulut. Hal ini karena ketika seseorang mengalami hidung tersumbat akibat flu atau masalah lainnya, mereka juga mengalami rasa tidak enak saat makan.

Apa yang harus dilakukan? Sebelum makan, dekatkan piring makanan ke hidung dan dengan sabar mencium setiap bahan. Mulailah makan dan dengan setiap gigitan yang Anda telan, perhatikan terus aromanya.

Ini dapat membantu Anda makan lebih sedikit karena ketika Anda sudah setengah kenyang dengan aromanya, hanya sebagian kecil makanan yang akan masuk ke mulut

Rasa lapar ternyata dipengaruhi tujuh hal, salah satunya disebut dengan lapar pikiran.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News