Jumat, 19 Oktober 2018 – 03:40 WIB

95 Persen Anak di Gaza Alami Krisis Kesehatan Mental

Selasa, 05 Juni 2018 – 07:54 WIB
95 Persen Anak di Gaza Alami Krisis Kesehatan Mental - JPNN.COM

jpnn.com, GAZA - Anak-anak di Gaza menghabiskan hari mereka dalam ketakutan luar biasa. Kekhawatiran akan bom Israel jatuh di atas kepala mereka selalu muncul setiap ada suara pesawat melintas.

Berdasar hasil survei Save the Children, ada ratusan anak di Gaza yang memiliki perasaan semacam itu. Sebanyak 95 persen anak yang disurvei merasa depresi, hiperaktif, agresif, dan memilih menyendiri. Itulah tanda krisis kesehatan mental.

’’Blokade, serangan udara, dan perang telah memengaruhi mimpi, ambisi, dan kepribadian saya. Saya takut apa yang terjadi pada masa depan,’’ tegas Samar, salah seorang anak yang diwawancara Save the Children sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Save the Children mewawancarai 150 anak dan 150 pengasuh di Gaza. Rata-rata anak yang diwawancarai berusia belasan tahun seperti Samar. Mereka telah merasakan tiga serangan besar-besaran oleh Israel. Yaitu, pada 2008–2009, 2012, dan 2014.

Serangan-serangan tersebut telah meluluhlantakkan Gaza. Sisa-sisa kehancuran akibat pertempuran terakhir bahkan masih terlihat begitu nyata di mana-mana. Tidak mengherankan jika anak-anak itu begitu takut mendengar suara pesawat tempur. Terlebih, baru-baru ini Hamas dan Israel kembali saling serang.

Samar dan anak-anak lainnya juga ambil bagian dalam aksi massa The Great March of Return yang berlangsung sejak 30 Maret. Dia melihat anak-anak seusianya terluka, bahkan tewas, oleh peluru Israel. Dalam aksi tersebut, 13 ribu orang terluka. Ratusan di antaranya adalah anak-anak. Di antara 119 korban tewas, ada 13 remaja seumuran Samar.

’’Saya menangis saat melihat anak-anak tidak berdosa terluka dan tewas. Itu menyakitkan,’’ kata Samar. Dia kerap bermimpi buruk dan melamun ketika siang.

Blokade selama 11 tahun oleh Mesir dan Israel juga berdampak luar biasa pada kehidupan penduduk. Saat ini sekitar 60 persen pemuda di Gaza menganggur. Kemiskinan juga meningkat hingga 50 persen.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar