Ada Kabar Baik dari Pemprov Jateng Tetapi Warga Diminta jangan Lengah

Ada Kabar Baik dari Pemprov Jateng Tetapi Warga Diminta jangan Lengah
Gubernur Ganjar Pranowo saat rapat di kantornya. Foto: IG @ganjarpranowo

"Beberapa kabupaten/kota mengeluh ke saya, 'Pak kok datanya beda, punya kita tidak sebanyak itu'. Maka kita terus memperbaiki ini dan sudah mulai terlihat hasilnya," tutur Ganjar.

Ganjar menyebut Jateng menjadi satu-satunya daerah yang sistemnya sudah terhubung dengan sistem pemerintah pusat. Kini, tinggal penyesuaian data untuk menyelesaikan persoalan perbedaan data.

"Dan sudah ada kabupaten yang benar-benar sesuai datanya dengan pusat, yakni Banjarnegara, Kendal, Kota Magelang dan Pemalang. Baru empat itu yang sudah sesuai, maka yang lainnya akan terus kita dorong untuk perbaikan," jelas Ganjar.

Kebutuhan Oksigen Menurun

Terkait kebutuhan oksigen medis untuk rumah sakit di Jawa Tengah dilaporkan kian menurun.

"Waktu awal-awal Covid-19 kebutuhan oksigen sekitar 620 (ton), kemudian turun sampai 400 ton sekian. Minggu ini, kami prediksi turun sampai 320 ton per hari," ujar Ketua Satgas Oksigen Jateng Peni Rahayu

Untuk menjaga keandalan pasokan oksigen, Pemprov Jateng menjalin kerja sama dengan pemasok oksigen. Penugasan itu dilakukan oleh BUMD Jateng Petro Energy, untuk menyediakan 40 ton oksigen per hari.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengoptimalkan bantuan Isotank (kontainer pengangkut oksigen) dari Bank Jateng dan pinjaman dari Kementerian Kesehatan.

Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah menunjukkan hasil yang makin membaik dengan jumlah kasus yang menurun, simak datanya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News