Ada Orang Italia Mau Mengadopsi Anak Bungsu Aa Jimmy, tapi…

Ada Orang Italia Mau Mengadopsi Anak Bungsu Aa Jimmy, tapi…
Aa Jimmy bersama istri dan kedua anaknya. Foto: Instagram

”Saat di lobi hotel itu, tiba-tiba ada peringatan gelombang tinggi datang lagi. Ada suara sirene peringatan dari Labuan, kami pun berlarian menjauhi pantai,” tutur Apoy.

Setelah dipastikan tidak terjadi tsunami, mereka kembali ke hotel tersebut sorenya. Hari pertama pascatsunami, jenazah istri Aa Jimmy, Hati Nurillah, juga bisa dikenali keluarga.

Pencarian dilanjutkan pada Senin (24/12). Semua lokasi pengumpulan jenazah didatangi satu per satu. Dari satu puskemas ke puskemas lain di sekitar Tanjung Lesung hingga Cigeulis.

”Saat itu tentu kami masih berharap yang belum ketemu itu masih hidup. Sangat berharap,” imbuh Apoy.

Namun, pencarian Senin itu tidak membuahkan hasil yang menggembirakan. Belum ada lagi jenazah keluarga Aa Jimmy yang ditemukan. Hari itu jenazah Aa Jimmy dan istri langsung dibawa ke Cianjur untuk dimakamkan di TPU Sinarlaya.

Saat pencarian langsung di banyak lokasi tersebut, semua informasi yang berkaitan dengan identitas korban juga disebarkan kepada seluruh rekan mereka. Selanjutnya, Selasa (25/12), penyisiran tim dari Walicare bahkan dilanjutkan sampai hutan bakau di sekitar Tanjung Lesung. Mereka bersama para anggota Pramuka.

Di lokasi tersebut, mereka harus bisa membedakan bau anyir ikan mati dan jenazah. Sebab, banyak pula bangkai ikan yang terdampar di sekitar hutan bakau. Di lokasi itu, setidaknya ditemukan lima jenazah. Namun, belum ada kerabat dari Aa Jimmy.

Pencarian pada hari ketiga itu pun diiringi kabar tsunami susulan. Tentu mereka juga harus mencari tempat yang aman, menjauhi laut. Mereka pun bergegas keluar dari lokasi.

Aa Jimmy, istri, dan dua dari tiga anaknya meninggal dunia, menjadi korban tsunami yang melanda Tanjung Lesung, Banten.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News