Ade Yasin Bantah Menyuap Pegawai BPK, Simak Respons KPK

Ade Yasin Bantah Menyuap Pegawai BPK, Simak Respons KPK
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai hasil OTT terhadap Bupati Bogor Ade Yasin, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4). Foto: Ricardo/JPNN.com

Bupati dari PPP itu juga mengaku tidak pernah memerintahkan anak buahnya untuk menyuap tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

"Itu inisiatif dari mereka. Jadi, ini namanya IMB ya, inisiatif membawa bencana," kata Ade Yasin.

KPK telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021.

Sebagai pemberi suap ialah Ade Yasin (AY), Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam (MA), Kasubid Kas Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah (IA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik (RT).

Sementara empat tersangka penerima suap merupakan pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat, yakni Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis Anthon Merdiansyah (ATM), Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan (AM).

Lalu, Pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), dan Pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

KPK menyebut dugaan suap yang dilakukan Ade Yasin tersebut bertujuan agar laporan keuangan Pemkab Bogor kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). (ant/fat/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

KPK bereaksi setelah Bupati Bogor Ade Yasin membantah telah menyuap pegawai BPK Jabar demi predikat WTP.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News