Adem Please

Oleh Dahlan Iskan

Adem Please
Dahlan Iskan.

Tukang gebrak saja juga tidak bisa. Kurang gebrak apa Ahok. Sampai saya terkagum-kagum. Sampai saya mengakui kalah berani.

Namun perahu yang dikemudikannya tidak bisa dibelokkan dengan gebrakan kemudi. Itulah realitas masyarakat kita.

Karena itu baiknya kita memberi waktu padanya. Jangan terlalu cepat memberikan tuntutan.

'Kita' yang saya maksud adalah kelompok-kelompok masyarakat.

Saya ikuti di medsos. Banyak tuntutan yang berlebihan, bahkan bernada ekstrem.

Itu bisa membuatnya tertekan. Bisa merangsangnya membuat putusan yang potensial oleng.

Misalnya: ada tuntutan agar Nadiem berani menghapus masjid-masjid di lingkungan sekolah negeri.

Mungkin maunya tuntutan itu seperti di Amerika. Atau negara maju lainnya. Agama dan simbol agama tidak boleh masuk lembaga negara.

Nadiem Makarim pasti tahu bagaimana harus bersikap. Ia sudah sangat matang. Sudah biasa mendapat tekanan besar --dalam menjadikan perusahaan baru menjadi yang terbesar di Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News