Agenda Kunjungan SBY ke Australia Masih Digodok

Isu 'People Smuggling' Termasuk yang Dibicarakan

Agenda Kunjungan SBY ke Australia Masih Digodok
Agenda Kunjungan SBY ke Australia Masih Digodok
JAKARTA - Sehubungan dengan rencana kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan dalam waktu dekat ke Australia, beberapa hari terakhir sejumlah menteri dan pejabat terkait kian rutin mengadakan rapat-rapat dan pertemuan koordinasi. Meski begitu, sejauh ini dari Istana Negara RI atau Sekretariat Kepresidenan, agenda utama dari kunjungan itu sendiri - begitu pula jadwal pastinya - belum disampaikan.

Namun, terkait dengan rencana tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah mengungkapkan, bahwa bisa diyakini selain masalah bilateral, agenda pembicaraan dari pemimpin kedua negara (Presiden SBY dan PM Australia Kevin Rudd, Red) juga bakal menyangkut isu-isu kawasan khususnya, serta perkembangan dunia global pada umumnya. "Isu-isu (dalam) pembicaraan sepertinya bakal lebih bersifat open agenda, atau akan sangat beragam," ujar Faizasyah kepada wartawan, dalam tanya-jawab press briefing di Kemlu, Jumat (5/3).

Sembari menyampaikan bahwa berbagai agenda yang bakal dibicarakan itu masih terus dikoordinasikan dan dirumuskan, Faizasyah menyebutkan bahwa setidaknya dari sisi Indonesia, akan dibawa dan disampaikan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan RI baik secara global dan regional, maupun dalam konteks hubungan bilateral khususnya. "Ya, yang jelas antara lain misalnya, terkait upaya meningkatkan kerjasama perdagangan kita, kemudian juga memperluas people to people contact, tentang keberadaan pelajar (kerjasama pendidikan) dan sebagainya," paparnya.

Secara lebih khusus, Faizasyah pun memastikan bahwa dari pertemuan dengan Pemerintah Australia di sana nantinya, akan ada semacam joint statement dari kedua negara. "Apa isinya, itu juga (dari kita) sejauh ini masih sedang digodok (dirumuskan). Tapi tentunya, akan ada elemen-elemen yang menyangkut kepentingan dan hubungan kedua negara secara khusus," jelas Faizasyah.

JAKARTA - Sehubungan dengan rencana kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan dalam waktu dekat ke Australia, beberapa hari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News