Ahmad Basarah Ungkap Kekhawatiran Ideologi Asing Masuk dari Ketahanan Desa yang Lemah

Ahmad Basarah Ungkap Kekhawatiran Ideologi Asing Masuk dari Ketahanan Desa yang Lemah
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah saat berbicara dalam forum 'Penyelenggaraan Kampung Wawasan Kebangsaan Angkatan I' di Provinsi Banten, Senin (20/2). Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, TIGARAKSA - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendorong penguatan ketahanan desa secara sosial, budaya, politik, ekonomi dan terutama ideologi.

Menurutnya, jika ketahanan desa melemah, ideologi asing dikhawatirkan mudah masuk dan melakukan penetrasi yang membahayakan negara.

Ahmad Basarah menyebutkan Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa jelang mengamanatkan kebijakan pembangunan di desa harus bersandar pada nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal.

"Semua hal positif yang berkembang di desa-desa, itulah kearifan lokal yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang harus diperkuat," kata Ahmad Basarah dalam forum 'Penyelenggaraan Kampung Wawasan Kebangsaan Angkatan I' di Provinsi Banten, Senin (20/2).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menjelaskan, salah satu contoh kearifan lokal adalah terbangunnya suasana guyub penuh persaudaraan di antara penduduk desa berdasarkan adat istiadat, kepercayaan, serta agama yang dianut di desa tersebut.

Ahmad Basarah bangga bahwa di Provinsi Banten misalnya, indeks kerukunan umat beragama terus naik secara positif selama lima tahun terakhir.

Mulai dari 60,7 pada 2017 naik jadi 65,9 pada 2018, lalu puncaknya naik menjadi 69,6 pada 2021.

"Namun demikian, saya masih mendengar ada bibit ekstremisme di provinsi ini. Misalnya di Menes, para pelaku ekstremisme pernah mencoba melakukan penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Wiranto," beber Ahmad Basarah.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengungkapkan kekhawatirannya ideologi asing mudah masuk melalui ketahanan desa yang lemah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News