Al-Fatih

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Al-Fatih
Ekspresi bek Turki Mert Muldur usai laga timnya melawan Swiss. Foto: Twitter@EURO2020

jpnn.com - Muhammad Al Fatih adalah pahlawan muda Turki Usmani yang berhasil menundukkan kekuasaan Kristen Eropa pada abad ke-15.

Alfatih, sultan muda yang baru berusia 25 tahun, memimpin langsung pengepungan dan penyerbuan Konstantinopel yang menjadi pusat kekuatan Kristen Bizantium.

Turki Usmani adalah kekuatan global baru yang menguasai dunia setelah meredupnya kekuatan Eropa dengan jatuhnya Bizantium oleh pasukan muslim pada 6 April 1453 Masehi.

Pasukan Utsmani di bawah pimpinan Muhammad Al-Fatih berjumlah 150.000 orang dengan senjata-senjata raksasa, seperti meriam Basilika yang dibuat dengan teknologi palimn modern pada masa itu.

Selama penaklukan, Al-Fatih memiliki para penasihat dan ahli perang yang bisa diandalkan.

Syeh Aaq Syamsudin, Halil Pasha, dan Zaghanos Pasha adalah tiga orang tepercaya Al-Fatih dalam melakukan penaklukan Konstantinopel.

Pertempuran Konstantinopel berlangsung di darat, laut dan bawah tanah.

Pertempuran darat terjadi di sekitar benteng Konstantinopel. Sedangkan pertempuran laut berlangsung di perairan Tanduk Emas (Golden Horn). Selain itu, pertempuran bawah tanah dilakukan melalui penggalian terowongan dari pasukan Usmani untuk meruntuhkan struktur benteng Konstantinopel.

Gunes sudah kehilangan tuahnya, dan sisa-sisa kebesaran Turki seolah lenyap tersapu panas cuaca Eropa.