Alat Pendeteksi Tsunami di Laut Cianjur Rusak

Alat Pendeteksi Tsunami di Laut Cianjur Rusak
Warga di pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, diimbau waspada dan siaga serta segera mengungsi saat melihat tanda akan terjadinya bencana. Foto: Ahmad Fikri/Antara

jpnn.com, CIANJUR - Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Wibowo mengatakan lima alat pendeteksi Tsunami Early Warning System (TEWS) yang terpasang di laut selatan Cianjur sudah tidak berfungsi karena rusak akibat dimakan usia dan cuaca, sejak empat tahun terakhir.

Alat pendeteksi tsunami yang dipasang sejak beberapa tahun lalu oleh BNPB yang terpasang di tiga pantai di tiga kecamatan di wilayah selatan yaitu Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta.

"Alat tersebut sudah terpasang beberapa tahun yang lalu, namun sejak empat tahun terakhir sudah rusak dan tidak berfungsi. Kami tidak dapat melakukan perbaikan karena milik BNPB," kata Rudi Wibowo di Cianjur, Rabu.

Dia menjelaskan rusaknya alat tersebut karena lapuk dimakan usia dan faktor cuaca, sehingga tidak dapat berfungsi.

BPBD telah melaporkan hal tersebut, hingga saat ini, belum ada perbaikan atau jawaban pasti dari BNPB kapan alat pendeteksi tsunami akan diperbaiki.

"Kami hanya melakukan pengawasan terhadap alat deteksi yang disediakan BNPB. Sejak alat dipasang di pantai selatan Cianjur, tidak disertai dengan serah terima, sehingga kami tidak tahu harus berbuat apa, meski alat pendeteksi tsunami sangat dibutuhkan," katanya.

Rudi mengatakan tidak hanya di Cianjur rusaknya alat alat pendeteksi dini tsunami, tetapi juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Sehingga untuk antisipasi tsunami, pihaknya telah memasang rambu jalur evakuasi dan tengah melalukan edukasi mitigasi kebencanaan di daerah rawan terjadinya bencana tsunami di pantai selatan Cianjur.

BPBD Cianjur mencatat lima alat pendeteksi tsunami yang terpasang di laut selatan Cianjur sudah tidak berfungsi karena rusak akibat dimakan usia.