Alihkan Gadget dengan Praktik Sains

Alihkan Gadget dengan Praktik Sains
Siswa-siswi saat mengikuti olimpiade sains. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - SMP Muhammadiyah 11 Surabaya menyelenggarakan olimpiade sains bertajuk Science Olympiad untuk siswa-siswa SD/MI se-Surabaya. Total ada 322 siswa kelas VI yang ikut serta.

Kepala SMP Muhammadiyah 11 Arief Himawan menjelaskan, saat ini banyak anak yang kecanduan gadget. Dibutuhkan kegiatan positif yang bisa mengalihkan perhatian mereka. ''Agar siswa-siswi lebih mengenal sains. Bukan sekadar teori, tapi praktik juga,'' katanya.

Olimpiade itu terdiri atas tiga tahap. Yakni, babak penyisihan, babak adu cepat, dan babak final. Babak penyisihan membutuhkan waktu 1,5 jam. Para peserta harus menyelesaikan soal tertulis yang diberikan. Kemudian, selama 45 menit pada babak kedua, peserta beradu cepat menjawab soal. Terakhir, final terdiri atas sesi eksperimen dan adu cepat. 

Juri atau tim penilai berasal dari Unesa. Satu tim terdiri atas dua orang. Dari 161 tim disaring menjadi 40 tim, dan terakhir enam tim. Enam tim itulah yang maju ke babak final untuk bereksperimen membuat rangkaian listrik. Final bertempat di halaman sekolah dengan posisi leter U. Ada tim yang bisa dengan cepat membuat lampu menyala. Ada pula yang masih bingung menempatkan kabel. 

Sekolah yang masuk final, selain tuan rumah, adalah SD Muhammadiyah 15, SD Khadijah 3, SD Putat Jaya 4, SDN Perak Barat 6, dan SDN Tembok Dukuh. Keenam tim yang masuk final sudah menjadi juara. Sebab, dari Olimpiade tersebut, diambil juara I sampai harapan III.

Hadiah yang diberikan adalah trofi, sertifikat, alat peraga, dan uang pembinaan. ''Generasi milenial tidak larut dalam dunia gadget, tapi juga mendalami sains,'' tutur Arief. (fit/c18/ano) 

Olimpiade itu terdiri atas tiga tahap. Yakni, babak penyisihan, babak adu cepat, dan babak final


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News