Rabu, 19 Desember 2018 – 10:13 WIB

Amankah Mengenakan Sepatu Hak Tinggi Sepanjang Hari?

Senin, 03 Desember 2018 – 22:23 WIB
Amankah Mengenakan Sepatu Hak Tinggi Sepanjang Hari? - JPNN.COM

Heels. Ilustrasi Foto: Dite Surendra/Jawa Pos

jpnn.com - Memakai sepatu heels sudah menjadi pelengkap penampilan kaum hawa. Banyak wanita menggunakan sepatu heels tidak hanya untuk menghadiri pesta atau undangan. Tapi juga untuk melakukan aktivitas sehari-hari di kantor dan acara kasual lainnya. 

Namun, banyak wanita merasa nyeri dan kesakitan di bagian kaki jika mengenakan sepatu heels seharian penuh.

Apakah ini menjadikan sepatu heels baik untuk digunakan secara rutin? Meskipun sepatu heels menjadi cukup baik untuk meningkatkan tampilan Anda secara keseluruhan, ini akan memengaruhi bentuk bahkan kesehatan kaki itu sendiri.

"Sepatu hak tinggi terasa dan terlihat seperti ide bagus, tetapi mereka benar-benar bisa merusak struktur kaki Anda dan bagian tubuh lainnya juga. Sepatu hak tinggi juga menyebabkan banyak masalah bagi pemakainya, tidak hanya di kaki, tetapi juga di pergelangan kaki, lutut dan bahkan punggung," kata ahli penyakit kaki, Dr. Julie Schottenstein, seperti dilansir laman Sheknows, Minggu (2/12).

Mengenakan high heels menyebabkan berat badan dipindahkan ke bola kaki, yang menyebabkan peningkatan rasa sakit di area ini, yang disebut metatarsalgia. Dan kabar buruk itu tidak berakhir di sana.

Schottenstein menjelaskan bahwa mengangkat berat badan Anda pada bola kaki Anda bisa menyebabkan syaraf terjepit (neuromas) dan fraktur stres. Hal ini juga menyebabkan lutut dan pinggul Anda bergeser ke depan, yang berarti punggung Anda perlu mencoba menyesuaikan dengan memundurkan ke belakang.

Tumit juga bisa menekan jari-jari kaki Anda dan bisa menyebabkan hammertoes serta kuku kaki yang tumbuh ke dalam. Bahkan bisa lebih buruk bagi mereka yang mengenakan sepatu high heel secara reguler.

"Penggunaan sepatu hak tinggi jangka panjang juga bisa menyebabkan pemendekan tendon achilles dan otot-otot yang menyebabkan nyeri otot, kejang dan kram kaki setelah memakai sepatu," Schottenstein menjelaskan.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar