Pembunuhan Driver Taksi Online

Anak-Istri Tak Kuasa Menahan Tangis Menerima Jasad Sofyan

Anak-Istri Tak Kuasa Menahan Tangis Menerima Jasad Sofyan
Anak dan istri Sofyan menangis di dekat peti jenazah almarhum. Foto: welly sumeks.co.id

jpnn.com, PALEMBANG - Polda Sumsel menyerahkan jasad almarhum sopir taksi online Kgs Sofyan, 43, korban perampokan yang tinggal tulang belulang kepada keluarganya.

Itu setelah dua tersangka perampokan sekaligus pembunuhan itu menyerahkan diri, Jumat (16/11).

Penyerahan dilakukan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Bimo Seno Anggoro, Jumat (16/11). 

Saat menerima jasad almarhum suami, istri dan anak-anak Sofyan tak kuasa menahan tangis. Mereka menangis di dekat peti jenazah armarhum.

Menurut Anggoro, penyerahan ini lebih cepat dari perkiraan, karena sebelumnya pihak DVI Polda Sumsel sempat melakukan tes DNA untuk mencocokkan DNA Sofyan dengan anaknya.

Namun, ternyata pada tahun 1997 almarhum pernah melakukan pemeriksaan gigi dengan drg H Putut Tri Karjana.

Ternyata dari data primer yang didapat dari dokter Putut ternyata sama dan cocok dengan gigi almarhum.

“Untuk data secara sekunder, kami mencocokkan dengan baju korban yang dipakai terakhir dan yang ditemukan di TKP penemuan tulang korban,” katanya saat jumpa pers di ruang instalasi pemulasaran jenazah RS Bhayangkara. (wly)

Polda Sumsel menyerahkan jasad almarhum sopir taksi online Kgs Sofyan, 43, korban perampokan yang tinggal tulang belulang kepada keluarganya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News