Anak Menyebarkan Islam, Cucu Konsisten Berdakwah

Anak Menyebarkan Islam, Cucu Konsisten Berdakwah
KELUARGA DAHLAN. Dari kiri: Dahlan Ahmad Dahlan (anak nomor 4), Rambhai Dahlan (anak nomor 1), Amphorn Sanafi atau Mina (anak nomor 6), Adnan Dahlan (anak nomor 7), Dr Winai Dahlan (anak nomor 5), Phaiboon atau Ismael Dahlan (anak nomor 2) dan Phairat Dahlan alias Pairat (anak nomor 3) bersama dengan kedua orang tua mereka, Irfan Dahlan dan Zahrah. Foto: Istimewa Keluarga.
“Soal bahasa, nanti ada ceritanya sendiri. Kita masih punya waktu panjang untuk bercerita hari ini,” kata Amphom dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Dengan bahasa ‘gado-gado’ campuran Inggris dan Indonesia, Amphom Dahlan yang merupakan cucu dari KH Ahmad Dahlan, mulai berbagi kisah tentang keluarganya.

“Ayah saya bernama Erfan Dahlan (dalam sejarahnya tertulis Irfan Dahlan) atau dikenal dengan nama Jumhan Dahlan. Merupakan anak kandung dari KH Ahmad Dahlan,” kata Amphom yang ingin disapa dengan nama Mina.

Dalam catatan sejarahnya, kakek Mina, KH Ahmad Dahlan menikah dengan Siti Walidah yang tak lain adalah sepupunya sendiri yang juga anak Kyai Penghulu Haji Fadhil. Siti Walidah kelak dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan, seorang Pahlawan Nasional dan pendiri Aisyiyah (organisasi perempuan Muhammadiyah). Dari perkawinannya dengan Siti Walidah, KH. Ahmad Dahlan memiliki enam orang anak yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah, Siti Zaharah.

Oleh Ayahnya KH Ahmad Dahlan, Irfan Dahlan dikirim belajar ke luar negeri sejak masih muda. Sepulang dari belajar di Pakistan dan India, sekitar 1930-an, Irfan akhirnya memilih menetap di Thailand dan membangun keluarga di sana. 

SIAPA sangka, bila penyebaran Islam di Thailand, yang mayoritas penduduknya beragama Budha, ternyata ada andil keturunan KH Ahmad Dahlan, pendiri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News