Andi Desfiandi: Jangan Cepat Menyimpulkan Pelaku Kurang Waras

Andi Desfiandi: Jangan Cepat Menyimpulkan Pelaku Kurang Waras
Syekh Ali Jaber terluka karena ditusuk. Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, BANDARLAMPUNG - Polda Lampung masih melakukan pengusutan kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber saat mengisi acara di Masjid Falahuddin, Jl Tamin 45, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Minggu (13/9).

Tokoh Lampung Dr Andi Desfiandi, mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kami masyarakat Lampung turut serta menyampaikan simpati, solidaritas keprihatinan mendalam, menyikapi peristiwa penikaman dai Syekh Abdul Jaber," kata Andi, di Bandarlampung, Senin (14/9).

Ketua Yayasan Alfian Husin ang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Komisariat Daerah (Komda) Lampung itu mengecam keras peristiwa tersebut.

"Saya tak sedikit pun ragu, turut serta mendesak aparat hukum terkait untuk mengusut tuntas peristiwa ini, dan tidak cepat ambil kesimpulan bahwa pelaku kurang waras," ujarnya.

Andi yang juga Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Lampung dan Ketua DPP Pejuang Bravo Lima (PBL) Bidang Ekonomi ini meyakini Polda Lampung akan serius, cekatan, transparan, serta profesional dalam menjalankan proses hukum terhadap pelaku, berikut motif utamanya.

Sebagai pribadi, dan sesama hamba Allah, ujar dia, dirinya mendoakan agar Ustaz Syekh Ali Jaber segera diberikan kesembuhan total agar dapat kembali berkegiatan seperti semula.

"Besar harapan, dan tulus saya doakan kesembuhan beliau. Semoga tetap istikomah dan tawakal. Demikian pula terhadap beliau dan tanpa kecuali terhadap segenap ulama, mubaligh, dan para tokoh agama di Tanah Air agar senantiasa dikaruniai kesehatan jiwa raga dan berada dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya.

Andi Desfiandi berharap Polri tidak gampang percaya informasi yang menyebut pelaku penusukan Syekh Ali Jaber merupakan orang dengan gangguan jiwa alias gila.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News