Anggaran Cekak, Gedung Sekolah Memprihatinkan

Anggaran Cekak, Gedung Sekolah Memprihatinkan
SDN 035 Markoni yang termasuk dalam sekolah yang rombelnya tidak memenuhi standar. Foto: Baruna/Kaltara Pos/JPNN.com

Untuk rencana pembangunan dan renovasi gedung-gedung sekolah setiap tahunnya ia usulkan. Namun dengan kekurangannya anggaran dari pemerintah membuat beberapa rencana tersebut tidak terealisasikan.

Selain itu, ada beberapa sekolah juga yang masih bermasalah dengan lahan. Sehingga masih sulit untuk dikembangkan karena lahannya masih bersengketa dengan masyarakat ataupun dengan instansi pemerintah lain.

“Sangat sulit bagi kami untuk membangun gedung sekolah yang status lahannya masih diklaim oleh warga. Seperti SDN 035, SDN 042, dan SDN 021,” ujarnya.

Pembangunan gedung sekolah baru pun dikatakannya memakan biaya yang cukup besar. Untuk membangun gedung sekolah yang memiliki tiga lantai itu bisa menghabiskan dana sebesar Rp12 miliar-Rp15 miliar.

“Jika berbicara soal anggaran pembangunan sekolah, kita harus menghitung dari segi lahannya, berapa ruang belajarnya akan dibuat. Sehingga semakin banyak rombelnya dan semakin luas areanya, maka akan memakan biaya yang lebih besar,” bebernya.

Ia mengakui apabila ketersediaan mencukupi, ia akan menargetkan untuk merealisasikan pembangunan gedung sekolah SMP 11. Selain itu, ia juga akan memecah 029 menjadi SDN 052.

“Itulah beberapa perencanaan kami pada tahun ini yang dapat direalisasikan apabila anggaran tersedia,” tutupnya. (*/bpp)


Beberapa gedung sekolah kondisinya memprihatinkan, membutuhkan perbaikan dari dari segi sarana dan prasarananya.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News