Antena UHF Laris Manis di Glodok

Antena UHF Laris Manis di Glodok
DIMINATI - Mallo, salah seorang pedagang kawasan Pecinan, Pasar Glodok, menunjukkan antena UHF yang diserbu pembeli seiring 'demam' Piala Dunia 2010. Foto: Eddy Adha/JPNN.
JAKARTA - Perhelatan akbar event Piala Dunia (PD) 2010 ternyata tidak hanya membawa kesenangan bagi penggila sepakbola, tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi pedagang elektronik yang ada di kawasan Pecinan, Glodok, Jakarta. Pasalnya, penggemar bola di Jakarta ramai-ramai membeli antena UHF untuk dapat menyaksikan siaran langsung piala dunia tersebut.

Dalam seminggu, pedagang elektronik di kawasan itu bisa menjual tiga hingga lima dus antena UHF. Hal itu antara lain seperti yang dituturkan oleh Johan, seorang pedagang elektronik di Pasar Glodok, kepada JPNN. "Alhamdulillah, selama piala dunia ini, orang ramai membeli antena UHF. Soalnya kalau pakai antena UHF ini bisa menyaksikan secara langsung lewat RCTI dan Global TV yang menyiarkan piala dunia ini," ujar Johan, Jumat (25/6).

Kalau di hari-hari biasa antena UHF ini paling banter laku satu dus dalam sebulan, tapi menurut Johan, menjelang hingga hampir berakhirnya babak penyisihan PD 2010, antena itu masih diburu oleh pembeli. Harganya pun bervariasi, mulai dari sekitar Rp 150 ribu hingga yang termurah Rp 25 ribu.

Disebutkan Johan pula, dalam sebulan terakhir ini saja ia sudah menjual delapan dus antena UHF jenis Trillion (WA950TG). Satu dus sendiri berisikan 10 buah antena. "Antena ini lengkap dengan tali kabel, remote control-nya dan booster untuk mengontrol kebersihan tampilan di layar televisi. Harganya Rp 150 ribu saja," sebutnya.

JAKARTA - Perhelatan akbar event Piala Dunia (PD) 2010 ternyata tidak hanya membawa kesenangan bagi penggila sepakbola, tetapi juga membawa berkah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News